Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Pasraman Tingkat Nasional

104
Ilustrasi

SULUH BALI, Denpasar – Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof I Ketut Widnya, Ph.D mengatakan, Jambore Pasraman Tingkat Nasional lV tahun 2016 akan dilaksanakan di Yogyakarta, 25-30 Juli 2016 “Nilai-nilai agama merupakan pondasi awal yang vital dalam membangun karakter anak. Hal ini menjadi penting karena nilai agama sarat dengan etika dan moral,” kata Dirjen Ketut Widnya melalui surat elektronika yang diterima Antara di Denpasar, Senin (11/07).

Ia mengatakan, Jambore Pasraman yang melibatkkan 471 peserta utusan dari 32 provinsi di Indonesia dinilai sangat penting, karena etika dan moral menjadi permasalahan yang sangat mendasar dewasa ini.

Tawuran antarpelajar, kekerasan antarsiswa kerap kali menghiasi berita-berita di berbagai media, baik cetak ataupun elektronik. Oleh sebab itu penanaman nilai-nilai agama sejak dini akan berpengaruh besar terhadap perkembangan generasi muda.

Semua agama memiliki lembaga-lembaga khusus dalam menanamkan nilai-nilai agama. Dalam agama Hindu, pasraman merupakan salah satu lembaga pendidikan agama dan non formal yang dilaksanakan oleh umat Hindu di seluruh Indonesia.

Prof Widnya menjelaskan, pasraman berfungsi mempersiapkan anak-anak memahami ajaran agamanya dengan harapan nilai-nilai tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena pentingnya peranan pasraman dalam membangun karakter anak Hindu.

Untuk itu Kementrian Agama RI melalui Bimbingan Masyarakat Hindu menyelenggarakan sebuah kegiatan nasional yang bertajuk “Jambore Pasraman” tingkat nasional yang digelar setiap dua tahunan sekali.

Jambore Pesraman pertama dilaksanakan di Jakarta pada tahun 2010, Jambore Pesraman II, dilaksanakan di Jakarta pada tahun 2012, dan Jambore Pasraman III di Solo Tahun 2014, dan yang IV di Yogyakarta, 25 – 30 Juli 2016.

Prof Widnya menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan sraddha (keyakinan) dan bhakti (berbakti) peserta didik, meningkatkan moral dan budi pekerti luhur, solidaritas dan kebersamaan peserta didik.

Selain itu juga meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam wadah NKRI, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur seni dan budaya, menumbuhkan dan mengembangkan prilaku hidup sehat dan bathin.

Hal yang tidak kalah penting lainnya meningkatkan kreativitas, keterampilan keagamaan dan sportifitas sekaligus menjadi media berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Berbagai kegiatan yang melibatkan para peserta antara lain lomba Mantram Tri Sandhya, Kramaning Sembah, Pelafalan Doa sehari-hari, CiptaLagu Kreasi Keagamaan Hindu, Cipta dan Baca Puisi Keagamaan Hindu, Bercerita Keagamaan Hindu, Yoga Asanas dan lomba ‘out bond’. (SB-ant)

Comments

comments