Yayasan Peduli Autisme Bali Kenalkan Kreatifitas Anak Autis

0
727

Penampilan bakat anak-anak penyandang autis di HUT Yayasan Peduli Autisme Bali ke-10.

SULUHBALI.CO, Denpasar – Dalam memperingati HUT Ke-10, Yayasan Peduli Autisme Bali menggelar acara seminar dengan menampilkan bakat anak-anak penyandang autis yang bertujuan memperkenalkan Yayasan Peduli Autisme Bali dan mempertunjukan kreatifitas anak-anak penyandang autis yang digelar di Gedung PLN Bali, Renon, Denpasar, Kamis (1/5/2014).

“Acara ini bertujuan memperkenalkan Yayasan Peduli Autisme Bali dan memperkenalkan kemampuan anak-anak autis yang memiliki kemampuan karena banyak lapisan masyarakat yang tidak tahu. Selain seminar kita menampilkan performace dari anak-anak autis yaitu ada tarian, lagu, fasion show, baca puisi, ada juga kreatifitas anak-anak karena nantinya kita juga mau mengajari anak menjadi intertainer, hingga menjadi wirausaha, karena dari mereka beberapa ada juga yang bisa hand painting, memasak, kerajinan tangan dan lain sebainya,” ungkap Ivy Sudjana.

Ia juga mengatakan Yayasan tersebut tidak hanya memfasilitasi penyandang autis tetapi juga anak berkebutuhan khusus lainnya .

“Selama ini kita tidak hanya memfasilitasi anak-anak autis tetapi juga anak berkebutuhan khusus lainnya, karena terus terang mereka tidak tahu harus dibawa kemana, sekalipun dibawa kepihak medis misalnya anak bisa tertekan prilakunya dengan obat, begitu obatnya selesai dia bisa kembali lagi seperti semula. Karena disini kita menyediakan lebih ke terapi prilaku untuk anak-anak autis, jadi yang dilatih pertama itu adalah bagaimana mereka patuh, dan kalau anaknya sudah tertib diajari apa saja bisa,” jelasnya.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Bunda Ivy ini juga menjelaskan bahwa Autis bukanlah penyakit tetapi ini merupakan gangguan perkembangan pada anak dimana sejak lahir anak tersebut tidak mengalami fase perkembangan selayaknya anak biasa terutama dikemampuan berkomunikasi. “Penyebab dari hal tersebut belum diketahui dengan pasti , karena banyak yang beropini jika ini merupakan penyebab dari vaksin, ada karena antibiotik dan ada juga yang bilang karena genetik, penyandang autis akan menyandang penyakit ini seumur hidup” paparnya.

Ia juga sangat mengeluhkan susahnya mencari terapis yang mau mengajar dan menterapi anak-anak penyandang autis ini.

“Sangat susah mencari terapis yang mau mengajar, bahkan lulusan Psikologi pun ketika melihat anak-anak ini mereka mundur. Saya tidak mengerti mengapa ini bisa terjadi, walaupun sudah pasang lowongan itu sangat susah sekali mencari terapis yang mau,” Ia menambahkan. (SB-Lik/Ijo)

Comments

comments