Wisatawan Prancis Ikut Menari Janger Pada Pertunjukan Tari di Banjar Sampalan

76
Si bule sedang asik menarikan janger bersama pasangannya. (foto-sjd)
SULUH BALI, Nusa Penida – Kesenian yang lama terpendam mati suri yang dimiliki banjar Sampalan, Desa Batununggul dibangkitkan kembali. Tari janger salah satu kesenian diantara kesenian yang ada. Tari janger yang ditarikan berpasangan natobane tari pergaulan yang diperuntukan menghibur masyarakat mengisi waktu upcara ngadegang dilangsungkan.
I Dewa Gede Ardha penata tari menyebut tari janger sering dipentaskan saat ngadegang tapi karena suatu hal tidak pernah dipentaskan selama 10 tahun terakhir. Semangat melestarikan dan mementaskan kembali dari krama patut dipresiasi semua stateholder. Tari berpasangan menunjukan gelora asmara. Selain menonjolkan tari, paduan suara ciri khas tari janger.
Ia berpendapat penari pernah menarikan saat mereka masih aktif jadi sekaha teruna. Jadi lebih mudah dan gampang tinggal kekompakan masing-masing personil. Sebanyak 10 pasang penari yang spesial berpartisipasi yakni wisatawan asal Prancis.
Melatih mereka (wisatawan) paling susah baik tari maupun gending yang akan dinyanyikan. Semangat ingin tau mereka patut acungi jempol.
Wisatawan Prancis Baptiste bersama kekasihnya Milla Sky mengatakan sangat bangga sekali bisa berpartisipasi menari. Tidak terbayang sama sekali kami terlibat karena diberi kesempatan. Kami tidak menyiakan kesempatan yang diberikan. Tekun berlatih walaupun sama sekali kami belum tau tari Bali.
” sangat bangga sekali bisa ikut nanti kami kabarin teman-teman di Prancis bahwa kami berlibur di Nusa Penida banyak pengalaman yang didapat termasuk berpartisipasi tari janger,” ujarnya berdua. (SB-sjd)

Comments

comments

1 COMMENT

Comments are closed.