Petugas Basarnas sedang menyusuri Tukad Mati mencari korban (foto Ijo)

SULUHBALI, Denpasar – Hendak membuang kasur ke dalam sungai, Tina (20) asal Alor terpeleset hingga akhirnya ikut masuk kedalam sungai Tukad Mati di Jalan Mahendradata yang saat itu dalam kondisi arus yang deras.

Menurut informasi, ini kejadian kedua tahun ini, karena di aliran sungai yang sama dua orang pekerja sablon juga pernah terpleset hingga akhirnya terbawa arus saat akan menangkap ular pada bulan Februari lalu.

Menurut saksi mata Hawa (25) menyebutkan saat itu sekitar pukul 12.00 wita dari dalam kosnya melihat Tina ingin membuang kasur. Ia langsung memberikan peringatan untuk tidak membuang kasur tersebut karena saat itu air sedang besar usai diguyur hujan.

“Temannya sudah berusaha untuk mengingatkan untuk tidak membuang kasur itu karena air sungainya lagi besar, tetapi tidak diindahkan korban. Korban yang saat itu berada di pinggir sungai terpeset dan jatuh kedalam aliran sungai hingga terbawa arus lagi kencang abis hujan tadi,” Kata Kapolsek Denpasar Barat, AKP Wisnu Wardana saat di Konfirmasi, Selasa (15/12/2015).

Hal senada juga diungkapkan I Made Arka (27), dirinya yang melihat kasur tersebut sudah bersandar di tembok sungai sudah sekitar satu minggu. Karena kondisi saat itu sandaran tembok sungai sedang licin, saat akan membuang kasur, korban diduga salah memegang bagian kasur sehingga korban terpleset hingga jatuh ke dalam sungai.

“Ada saksi yang bilang bahwa sudah melihat kasur yang akan dibuang korban sudah ada satu minggu bersender di tembok sungai. Korban yang ingin membuang kasur itu diduga salah posisi yang mengakibatkan korban terpleset hingga akhirnya terjatuh kedalam sungai,” terang Mantan Kasat Reskrim Polres Badung ini.

Tidak berselang lama sejumlah tim pencarian mulai Basarnas, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Denpasar, Sabhara Polda Bali hingga Balawista Sanur turun untuk melakukan pencarian.

Sementara itu, Wayan Suyadna selaku Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali mengungkapkan dirinya bersama anggota memulai pencarian dengan telusur jejak sepanjang aliran sungai Tukad Mati untuk mencari korban. Karena kondisinya saat ini aliran sungai Tukad Mati masih kencang.

“Aliran sungainya saat ini masih kencang jadi kita lakukan pencarian dengan telusuri sepanjang aliran sungai dari korban jatuh hingga muara sungai dengan sistim penyapuan. Pencarian juga dilakukan melakukan pencarian di lubang-lubang dan tumpukan sampah-sampah di sepanjang aliran sungai,” ungkapnya.

Suyadna menambahkan dari pukul 12.30 wita dari informasi yang diterimanya dari BPBD Kota Denpasar hingga pukul 16.00 wita belum membuahkan hasil dan pencarian pun akan terus dilakukan hingga 7 hari kedepan.

“Dari informasi yang kita terima dari BPBD Kota Denpasar sampai saat ini pukul 16.00 wita korban belum juga kami temukan. Kami akan terus melakukan pencarian hingga 7 hari kedepan. Kita juga sudah membagi tim untuk ikut mencari di bagian muara,” ujarnya. (SB-Ijo)

Comments

comments