Waspada | Handphone Hasil Jambret, Dijual Online

74
Kasubid Penmas Bidang Hukum Humas Polda Bali, AKBP A. Kusumadewi memberi penjelasan (foto rio)

SULUH BALI, DENPASAR – Polda Bali berhasil mengungkap sindikat kasus pencurian HP dari berbagai merk yang kemudian dikemas dalam kotak palsu untuk dijual kembali melalui situs online.  Kasubid Penmas Bidang Hukum Humas Polda Bali, AKBP A. Kusumadewi menjelaskan, kasus pencurian ini masuk dalam kategori eksta ordinary Crime karena ada sindikat sindikat yang memiliki peran masing masing dalam menjalankan aksi.

Kasus ini terungkap ketika Polda Bali menggelar operasi Penyakit Masyarakat (pekat, red) dari berbagai kejahatan termasuk jambret. Berawal ketika Polda Bali dari Subdit III Ditreskrimum Polda Bali menangkap seorang pria berinisial MD alias BDN pada 6 Juni lalu sekitar pukul 16. 00 Wita di wilayah Jalan Raya Sesetan, Denpasar Timur.

MD alias BDN ini ditangkap lantaran diketahui sebagai penadah (menerima) handphone berbagai merek dari hasil kejahatan (penjambretan) yang dijual oleh rekannya. Kepada petugas, pelaku mengaku bahwa sejumlah handphone berbagai merek tersebut diperoleh dari SN dengan cara membelinya.

Sementara saat SN menjualkan handphone tersebut kepada MD alias BDN, SN mengaku jika handphone tersebut diperolehnya dari para sopir taksi dan para sopir taksi tersebut mendapatkan handphone tersebut dari para tamu (penumpang) yang ketinggalan di dalam taxi saat menumpang.

Dari hasil penyidikan oleh petugas kepada MD alias BDN, kemudian melakukan penangkapan kepada SN. Setelah diinterogasi, SN mengaku jika handphone tersebut didapatnya dari seseorang yang berinisial SML HD alias LPK.

Kemudian polisi kembali menangkap SML alias LPK. Dari hasil interogasi, pelaku SML mengaku jika barang tersebut diperolehnya dari MH AM SN alias A. GDT. Petugas yang tidak mau kehilangan buruannya kemduain memburu MH AM SN alias A. GDT. Tepat pada 7 Juni sekitar pukul 11. 00 Wita, MH AM SN alias A. GDT berhasil ditangkap oleh Polda Bali di Jalan Perumahan Taman Griya, Gg Nuansa Kori Udayana A1 No. 5, Jimbaran, Kuta Selatan Badung.

Setelah diinterogasi, pelaku diketahui melakukan pencurian dengan kekerasan. Dan kepada petugas pelaku mengaku jika dirinya beraksi di wilayah Kuta. Modus pelaku dengan cara cara jalan jalan di wilaya Kuta dengan tujuan untuk merampas barang barang milik tamu bule dengan menggunakan speda motor honda Tecno 150 CC warna hitam. Dari aksinya, pelaku telah beraksi sebanyak 5 kali di Jalan Raya Tuban, Lapangan Kresek Kuta, Jalan Mataram Kuta, dan Jalan Dekat Pasar Kuta, Badung.

Kasubidit III Ditreskrimum Polda Bali, AKBP Made Subawa menjeleaskan jika masing masing pelaku ini merupakan satu jaringan yang memiliki peran masing masing. MD BDN berperan sebagai eksekutor di lapangan sementara yang ada yang sebagai penada dan penjual. Barang barang hasil curian ini kemudian dikemas lagi kedalam kotak yang masih baru untuk dijual kembali melalui situs online.

“kotak kotak ini mereka pesan dari jakarta. Nanti HP-HP itu dimasukan kedalam kotak dan dikemas lagi kemudian dijual kembali. Sehingga keliatan HP tersebut masih baru karena kotaknya yang baru,” ujarnya.  total BB yang didapat dari pelaku yakni ada 33 buah Handphone dan 1 buah speda motor Honda Techno. Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara di atas 5 tahun. (SB-Rio )

 

Comments

comments