Waspada Antisipasi Virus “MERS-CoV”

34

SULUHBALI.CO, Denpasar – Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta semua pemangku kepentingan terkait untuk melakukan langkah antisipasi agar penyakit koronavirus (MERS-CoV) tidak sampai muncul di Pulau Dewata.

“Airport, pelabuhan, terminal, kemudian rumah sakit, saya kira semua harus siap. Nanti Dinas Kesehatan saya perintahkan supaya siaga terhadap hal ini,” katanya di Denpasar, Kamis.

Pihaknya juga sudah memberikan instruksi kepada semua pihak terkait untuk mengantisipasi penyakit yang disebabkan virus korona “Middle East Respiratory Syndrome” (MERS-CoV) yang dilaporkan terjadi di Arab Saudi tersebut.

“Kita semua harus aktif dan melakukan tindakan cepat,” ujarnya sembari berharap terhadap meninggalnya satu orang yang sebelumnya diduga atau “suspect” MERS-CoV tidak akan memengaruhi citra pariwisata Bali.

Bali, menurut dia, juga sudah cukup berpengalaman dalam mengantisipasi merebaknya berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus seperti flu burung, SARS, rabies, dan sebagainya. “Itu kan tergantung tindakan cepat kita,” ucap Pastika.

Sebelumnya PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional Ngurah Rai menyatakan akan memasang alat pendeteksi MERS-CoV sebagai antisipasi penyebaran virus yang dilaporkan terjadi di Arab Saudi itu.

“Dalam waktu dekat kami akan memasang alat pendeteksi. Kami tengah berkoordinasi dengan pihak Kesehatan Pelabuhan,” kata Co-General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita.

Pemasangan alat pendeteksi koronavirus itu rencananya akan ditempatkan di terminal kedatangan internasional sebagai pintu awal kedatangan penumpang dari sejumlah negara ke Pulau Dewata.

Pasien yang diduga mengidap MERS-CoV dengan inisial AS (50) yang sebelumnya dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar, sejak Selasa (6/5) akhirnya meninggal dunia pada Rabu (7/5).

Sekretaris Penanganan Penyakit Infeksi RSUP Sanglah dr Ken Wirasandhi mengatakan AS negatif terinfeksi MERS-CoV dan juga ditegaskan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya menyatakan AS dipastikan negatif terjangkit MERS-CoV berdasarkan hasil pemeriksaaan dari Laboratorium Biomol dan Litbangkes Kementerian Kesehatan.

SANGLAH TETAP WASPADA

“Tidak menutup kemungkinan ada satu atau dua masyarakat kita yang datang umrah terserang penyakit tersebut,” kata Kepala Bidang Penunjang Medis RSUP Sanglah dr Ken Wirasandhi.

Menurut dia, Bali sebagai daerah tujuan wisata internasional sudah berpengalaman menangkal berbagai jenis penyakit.

Terkait dengan kematian terduga penderita Koronavirus berinisial AS (50), pihak RSUP Sanglah mendapat kepastian negatif.

“Namun dari pihak rumah sakit tetap waspada dengan bahya virus tersebut karena dapat menyebabkan kematian,” ujarnya.

Petugas juga mendapatkan informasi mengenai hal itu. “Kami juga mendapatkan surat edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk waspada bahaya virus tersebut,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya mendapatkan data dari rumah sakit yang merujuk pasien yang meninggal memenuhi kriteria kontak sehingga harus ditempatkan di ruang isolasi.

“Berdasarkan hasil diagnosa VCR setelah pasien itu meninggal bahwa benar dinyatakan negatif tidak adanya virus tersebut. Namun, kami tetap waspada apabila adal lagi kasus seperti itu,” katanya.

Ia menambahkan bahwa untuk menegakkan diagnosis penyakit yang berpotensi menular tidak dapat dilihat dari pemeriksaaan klinis. Namun, dapat dipastikan dengan pemeriksaan laboratorium lengkap.

“Untuk perlakuan pasien yang terjangkit virus tersebut tidak sama dengan penyakit menular lainnya sehingga cara penanganannya pun berbeda,” ujarnya. (SB-ant)

Comments

comments