Warung Pan Brayut | Kolam Pancing Plus Kuliner di Perkotaan

799
Lokasi Warung Pan Brayut. (foto-cas)

SULUH BALI, Denpasar – Menikmati rumah makan bernuansa alam ditengah kota tentu sudah sangat jarang sekali ditemui, apalagi bisa menyantap langsung ikan hasil santapan. Namun, hal tersebut mampu diwujudkan Made Surya Adyana.

Pria yang akrab disapa Surya ini mampu menyulap sebidang tanah menjadi tempat makan yang memiliki suasana layaknya di pedesaan di tengah padatnya Kota Denpasar yang diberi Nama Warung Pan Brayut.

Warung Pan Brayut yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk Nomer 152 Denpasar yang didirikannya sejak Januari 2016 lalu. Tidak hanya menghadirkan rumah makan sederhana dengan suasana ditengah Desa, Pan Brayut juga memiliki beberapa kolam pancing dengan jenis ikan yang berbeda.

Made Surya Adyana pemilik Warung Pan Brayut.
Made Surya Adyana pemilik Warung Pan Brayut.

“Disini kita memiliki beberapa kolam dan setiap kolam jenis ikannya pun berbeda. Mulai dari nila, gurami dan lele. Jadi, pengunjung bisa menangkap dan memilih ikan yang ingin mereka makan dengan cara dipancing. Tentunya, pegawai disini dengan sigap siap membantu pengunjung yang merasa kesulitan,” kata Surya.

Surya menuturkan, minat masyarakat terhadap ikan segar terlebih ikan nila terbilang cukup tinggi. Maka dari itu dirinya menyiasati dengan menambahkan olahan nila segar yang banyak digemari pelanggan warung makan miliknya tersebut. “Olahan favorit konsumen, yaitu nila segar yang diracik menjadi olahan nila nyatnyat yang gurih dan segar,” terang

Selain bisa memancing ikan yang diingin disantap, pengunjung Warung Pan Brayut pun memilih olahan ikan, yaitu dengan dibakar, nyatnyat dan digoreng. Tidak perlu merohoh kocek terlalu dalam untuk menikmati hasil tangkapan, cukup dengan  membayar mulai Rp 32 ribu, tergantung dari berat masing – masing ikan yang ditangkap.

Tidak hanya menyediakan olah ikan, tentunya Warung Pan Brayud memiliki menu andalan. Warung Pan Brayut juga menyediakan makanan khas daerah, khususnya daerah Buleleng seperti Pelecing gonda yang dipadukan dengan sambal matah, ayam sisit bumbu merah, usus ayam, dan juga tidak ketinggal jukut undisnya (sayur undis).

Karena kecintaan Surya akan masakan khas Buleleng, menjadikannya yakin untuk memasukkannya ke dalam menu makanan miliknya di Warung Pan Brayut. “ Masakan khas Buleleng punya bumbu yang khas, rasanya gurih dan tajam,” terang Surya. Dibandrol harga Rp 15 ribu per porsi, dijamin anda tidak akan menyesal setelah menyantapnya. (SB-cas)

Comments

comments