Warmadewa Akan Gelar Showroom Pertanian Organik Simantri

Gubernur Pastika saat dikunjungi Rektor Universitas Warmadewa Prof. Dr. Dewa Putu Widnyana bersama Prof. A. Thimmaiah, Phd yang merupakan guru besar dari Maharishi University of Management, di kantor Gubernur. |foto-humprov|

SULUH BALI, Denpasar – Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan dukungan atas rencana Universitas Warmadewa (UNWAR) yang memprakarsai ajangshowroom hasil pertanian organik dari Gabungan kelompok pertanian Simantri di seluruh Bali. Hal itu diungkapkannya ketika menerima audiensi dari Rektor Universitas Warmadewa Prof. Dr. Dewa Putu Widnyana bersama Prof. A. Thimmaiah, Phd yang merupakan guru besar dari Maharishi University of Management, di kantor Gubernur, Denpasar (2/1).

Pastika menyatakan jika langkah ini sangat sejalan dengan dengan salah satu program Bali Mandara yaitu Bali Green Province serta merupakan langkah yang sangat positif dalam mendukung promosi  terhadap hasil pertanian lokal Bali. Dia menambahkan perkembangan Simantri saat ini cukup memuaskan, dan sudah memberikan sumbangsih yang cukup besar dalam upaya menjadikan pulau Bali sebagai pulau organik.

Meski diakuinya hingga saat ini program pertanian terintegrasi tersebut belumlah cukup memberikan pemasukan materi yang besar bagi para petani, namun Pastika yang juga pencetus program ini  optimis ke depan Simantri akan memiliki prospek yang menjanjikan terlebih dengan telah dijalinnya  kerjasama dengan sejumlah hotel dalam hal penggunaan pupuk organik.

“Apalagi Warmadewa mendukung program ini dengan ikut andil memasarkan produk lokal organik yang juga menggunakan pupuk dari Simantri, jadi saya sangat berterima kasih dan berjanji akan memberikan dukungan penuh akan program ini,” jelasnya.

Selain itu, orang nomor satu di Bali ini juga mengapresiasi penelitian kolaborasi dari Maharishi University dan Universitas Warmadewa terhadap perkembangan Simantri di Bali. Dia mengharapkan hasil dari penelitian ini bisa membawa dampak positif bagi program Simantri di Bali. “Saya sangat terbuka akan masukan-masukan demi kemajuan kita bersama,” imbuhnya. Adapun beberapa komoditi lokal yang sangat ingin dikembangkan oleh Gubernur Pastika saat ini adalah daun kelor dan juga pakan ternak sapi Bali.

Menurutnya saat ini Pemprov sedang mengembangkan sapi Bali yang juga digunakan di Simantri, namun seiring perjalanan muncul permasalahan yaitu kurangnya bahan pakan ternak itu, sehingga dia meminta masukan dari tim kedua belah universitas untuk menanggulangi.

“Sebenarnya kemarin sudah ada terobosan baru masuk yaitu budidaya pohon jagung yang ukurannya sangat tinggi. Ukurannya sekitar 4 meter menggunakan batangnya untuk bahan pakan ternak, hasilnya cukup memuaskan, dari 1 hektar lahan jika ditanami rumput gajah hanya menghasilkan 40 ton pakan tapi dengan jagung itu bisa mencapai tiga kali lipatnya,” ujarnya. Dan dia mengusulkan budidaya pohon-pohon lolak seperti itu juga bisa dimasukkan dalam materi Showroom ke depan.

Sebelumnya Rektor Dewa Putu Widnyana melaporkan bahwa dalam upaya mendukung Bali menjadi pulau organik pihaknya juga telah menyelenggarakan Summer Course dari tanggal 25 Juli hingga 30 Juli 2016 dan diikuti oleh delegasi dari berbagai negara di Asia. Dari kegiatan tersebut akhirnya membuahkan rekomendasi untuk menyelenggarakan Showroom hasil pertanian lokal yang di Universitas Warmadewa, sekaligus mengundang para petani di Bali untuk berpartisipasi.

“Jadi tujuan Showroom tersebut untuk memasarkan produk mereka hingga mancanegara. Dan saya yakin komoditi lokal kita mampu bersaing dengan produk internasional,” imbuhnya. Dia juga menambahkan proyek ini merupakan kolaborasi kampusnya dengan Maharishi University yang juga sangat konsen meneliti tentang pertanian dan produk organik di Bali. Ke depan dia berharap proyek ini bisa memberikan dampak yang bagus untuk perkembangan pertanian organik di Bali.

Prof Thimmaiah juga menyatakan apresiasinya terhadap program Simantri tersebut. Dia pun berkesempatan memberikan masukan kepada Gubernur pastika terkait teknplogi yang lebih canggih dan penggunaan air yang bersih dan belum terkontaminasi demi meningkatkan kualitas hasil pertanian lokal Bali.

Sementara dalam pertemuan siang itu juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan dan kesehatan Hewan I Putu Sumantra, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan IB Wisnu Ardhana, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga TIA Kusuma Wardhani dan Kepala Biro Humas Setda Bali I Dewa Gede mahendra Putra. (SB-humprov)

Comments

comments