Warga Pengungsian di Gor Swecapura Rayakan Hari Kesaktian Pancasila

13
Para pengungsi di Gor Swecapura ikut apel peringati Hari Kebangkitan Nasional.
SULUH BALI, Klungkung – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar apel bendera yang berbeda. Pasalnya, tahun ini digelar di Lapangan Gor Swecapura, Desa Gelgel bersama warga Karangasem yang selama hampir sepakan berada di posko pengungsian. Menjelang apel yang akan digelar lapangan utara gor tersebut sepi dari parkir kendaraan. Sekira pkl. 07.00 wita, ratusan Aparatus Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri berbaris begitu juga warga pengungsian. Kehadiran mereka merupakan media permurnian manyama braya. Barisan timur memang diperuntukan untuk mereka dari yang muda hingga tua. Ratusa warga membentuk barisan kontenporer, ada yang menggunakan celana panjang hingga celana pendek.
Mungkin sebagian besar baru merasakan uapacara seperti ini. Saat pengormatan kepada pembina upacara, ada warga yang tidak tau tata cara apel bendera, mereka dengan cepat beradaptasi ikut hormat saat pemimpin upacara memberi aba-hormat kepada pembina upacara.
Menurut Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat upacara peringatan hari kesaktian pancasila, Minggu (1/10), menyatakan upacara ini merupakan salah satu cara menyadarkan masyarakat mengamalkan makna pancasila. ” pancasila dari silanya sebagai pedoman dan pegangan dalam melaksanakan kehidupan sehari-sehari. Pancasila, ideologi bangsa Indonesia tidak bisa ditawar lagi sudah harga mati, “ujarnya.
Bupati Suwirta terkait kehadiran warga Karangasem di Klungkung seiring aktifitas Gunung Agung tidak kondusif. Ia menilai mereka bukanlah pengungsi, melainkan utusan permurnian manyama braya telah menyurut. Kehadiran merek memberikan pelajaran bagaimana berbagai antar semeton.

Pemkab Klungkung Bentuk Tim Penanganan Pengungsi

Setelah apel usai, Bupati Suwirta memimpin rapat pembentukan tim penanganan pengungsi pra erupsi gunung agung. Rapat yang dihadiri Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, I Gede Putu Winastra bersama segenap jajaran OPD dilingkup Pemkab Klungkung.
Dalam keputusan surat keputusan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta nomor 400/25/HK/201/tentang Pembentukan Penanganan Pra Bencana Erupsi tersebut terdapat beberapa seksi. Diantaranya Seksi Pengawasan dan Pengandalian, Seksi Keamanan dan Ketertiban, Informasi dan Pendataan, Hunian Sementara, Sanitasi dan Air Bersih, Kesehatan, Pendidikan dan Kebudayaan, Logistik dan Dapur Umum, Transportasi dan Perhubungan, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan Uang, Kebersihan dan Seksi Pengerahan Relawan. Tim ini bertugas mengawasi, mengkoordinir dan mengarahkan pengungsi ke pos-pos pengungsian yang telah disediakan, melakukan pendataan pengungsi dan menyediakan informasi dan lainnya.
Bupati Suwirta meminta semua seksi agar membuat pelaporan secara valid.  Khusus petugas logistik, mempermudah pencatatan data income dan outcome. (SB-sjd)

Comments

comments