Walunateng Dirah dan Para Sisyanya Selalu “Ngereh” di Kuburan

4279

SULUH BALI, DenpasarTokoh sentral dalam kisah Calonarang yakni Waluneng Dirah (Walunateng Dirah) atau yang dikenal denganRangda Ing Dirah selalu mengadakan ritual prosesi “ngereh” di Setra (kuburan).

Setra yang biasanya dijadikan sebagai tempat ngereh atau ngelekas (berubah wujud) menjadi leak dikenal dengan nama setra GandaMayu.

Di tempat inilah Walunateng Dirah beserta para pengikutnya yang terdiri dari berbagai mahluk halus serta diiringi oleh para murid setianya seperti Rarung, Mahisawandana, Lendya, Lenda, Lendi, Gandi, Guyang dan lain-lainnya.

Mereka membawa berbagai persembahan yang didahului dengan mesuci laksana (membersihkan diri) dengan menggunakan berbagai sarana yang diambilnya dari isi kuburan.

Setelah itu, mereka semua menari-menari dan mempersembahkannya kepada penguasa setra atau kuburan yakni, Dewi Durga.

Dewi Durga yang tiad lain adalah Dewi Uma yakni shakti (pendamping) Dewa Siwa adalah penguasa kuburan yang dikutuk oleh Dewa Siwa sendiri saat ia melakukan kesalahan mencari air susu lembu dimana rela bersenggama dengan penggembala untuk ditukar dengan air susu.

Wujud Dewi Durga dalam manifestasinya sebagai penguasa setra (kuburan) bernama Sang Hyang Durga Bhairawi, serta di pemuunan setra (tempat pembakaran mayat) bergelar Nini Bagawati.

Walunateng Dirah dalam kisah Calonarang dating ke setra (kuburan) memohon kepada Dewi Durga untuk dianugrahi kekuatan serta memohon agar kearajaan Kediri yang pada saat itu dipimpin oleh Raja Airlangga terkena musibah dan bencana berkepanjangan.

Sebagai tugas Dewi Durga yang sejak turun ke dunia untuk menyebarkan mara bahaya dan segala macam penyakit untuk menyadarkan manusia dari kelalaian, maka dianugerahkanlah bencana di Airlangga.

Sementara selain telah mendapatkan apa yang dimohon Walutaneng Dirah juga mendapatkan anugerah kesidian, yang mana semakin menguatkan posisinya sebagai reratuning pengiwa-iwa (ratunya para penekun leak).

Kuburan dalam konteks cerita Calonarang menjadi tempat yang suci dan merupakan tempat pertapaannya dalam memperoleh anugerahkesidian (kesaktian) dari Dewi Durga. Inilah yang kemudian menyebabkan calonarang erat kaitannya dengan tempat yang dikenal angker bagi masyarakat ini (SB-Skb)

Comments

comments