Wakil Ketua DPRD Bali, Buronan Narkoba Ditangkap Polisi

140
Jro Gede Komang Swastika (JGKS) saat ditangkap (foto istimewa).

SULUH BALI, Gianyar – Polisi akhirnya berhasil menangkap Wakil Ketua DPRD Bali , Jro Gede Komang Swastika (JGKS) yang buronan lebih dari seminggu, karena menghindari penangkapan atas kepemilikan puluhan bungkus narkoba jenis sabu-sabu siap edar di rumahnya, jalan Batanta, Sebelanga Denpasar. Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan, pentolan sebuah ormas di Bali ini, ditangkap di rumah asal ibunya di Banjar Sema, Desa Melinggih, Payangan, Senin malam (13/11/2017).

Sebelumnya sudah ditangkap istri pertama Komang Jangol, begitu pria ini sering dipanggil, bernama Ratna Dewi. Sedangkan kakak kandungnya yang juga buron belum terdengar kabar beritanya. Kapolresta Denpasar, Kombes Hadi Purnomo membenarkan penangkapan ini dan buronan tersebut diamankan di Polda Bali.

Sebelumnya diberitakan Tim Satnarkoba Polresta Denpasar melakukan penggeledahan terhadap sebuah rumah mewah ymilik oknum Anggota Dewan berinisial J G K S alias J J, di Jalan Batanta Nomor 70, Banjar Seblanga, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat pada, Sabtu (4/11) sekitar pukul 01.00 Wita.

Dari hasil penggeledahan tersebut, polisi berhasil menemukan puluhan barang bukti sabu sabu. Dari informasi yang dihimpun suluhbali.co di TKP bahwa saat penggeledahan , sang pemilik rumah kabur. Penggerebekan ini dilakukan berawal ketika polisi menjaring seorang pengedar sabu bernama Gede Juli Antara (21) di Jalan Batanta, tepatnya di sebelum jembatan pada, Jumat (3/11) sekitar pukul 23.00 Wita.

Dari tangan pelaku, polisi menemukan satu paket sabu. Dari hasil pengembangan diketahui bahwa sabu di dapat dari seseorang yang di kenal dengan nama Dandi yang tinggal di rumah tersebut. Tim kemudian mendatangi rumah anggota Dewan tersebut dan menggeledah empat kamar.

Di rumah politisi Gerindra ini, juga ditemukan kamar-kamar yang bisa digunakan untuk mengkonsumsi sabu-sabu secara aman. Menurut informasi pendapatan bersih dari bisnis sabu-sabu ini, sekitar 200 juta perbulan. (SB-tim).

 

Comments

comments