Wagub Sudikerta Minta Masyarakat Manfaatkan Taman Budaya

115

Sudikerta ngibing dengan penari (foto hum/bali).

SULUHBALI.CO, Denpasar –– Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan Taman Budaya secara optimal khusunya dalam memajukan sektor pariwisata yang bertumpu pada budaya Bali. Hal ini disampaikan Sudikerta saat memberikan sambutan sekaligus membuka Peragaan dan Pementasan Seni Budaya Tahun 2014 dengan tema Bali Mandara Mahalango di Ksirarnawa, Taman Budaya, Minggu (13/7/2014).

“Saya menghimbau kepada pengelola Taman Budaya dan seluruh masyarakat Bali untuk bisa memanfaatkan tempat ini sebagai tempat untuk mengadakan kegiatan atau event budaya , sehingga memberi ruang bagi para seniman ataupun masyarakat luas untuk berkesenian,” ujarnya. Sudikerta menambahkan bahwa selain bisa dimanfaatkan untuk pementasan budaya, Taman Budaya juga bisa dimanfaatkan untuk yudisium, seminar-seminar ataupun kegiatan lainnya. Ia yakin jika dimanfaatkan dengan baik keberadaan Taman Budaya akan memberikan kontribusi bagi perekonomian pemerintah Provinsi Bali.

Wagub yang hadir didampingi oleh Ny. Dayu Sudikerta menyampaikan bahwa Bali Mandara Mahalango memiliki arti Dinamika Seni Budaya Menuju Kesejahteraan, Kemajuan dan Keagungan Peradaban Bali dan akan digelar selama sebulan penuh dengan menampilkan beragam kesenian pelestarian dan pengembangan, kreasi baru, kesenian kolosal dan peragaan busana serta pameran barang kerajinan seni. Ia berharap ajang ini dapat dimanfaatkan Pemerintah baik Provinsi maupun Kabupaten/ Kota bersinergi dengan komponen terkait, untuk menumbuhkembangkan sikap profesionalisme, industri kreatif-inovatif berbasis seni dan budaya menuju Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera (Bali Mandara).

Selain itu, ia menyampaikan bahwa untuk mewujudkan hal tersebut tidak mudah, namun melihat semua pihak yang telah berperan telah memiliki komitmen tinggi dalam merevitalisasi, melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali secara berkelanjutan, maka ia yakin dan percaya semua itu akan dapat diwujudkan seperti harapan bersama.

Ketua Panitia yang juga merupakan Rektor ISI Denpasar, Dr. I Gede Arya Sugiartha S.SKar M.Hum menyampaikan bahwa Bali Mandara Mahalango ini merupakan aktualisasi komitmen Pemprov Bali yang masuk dalam 10 program unggulan Bali Mandara Jilid II. Ia menambahkan bahwa makna tema “Mahalango” tersebut artinya program Bali Mandara ataupun kepemimpinan Bali Mandara bertekad menjadikan lango atau kelangoan atau kelangenan sebagai salah satu kegiatan Bali Mandara yang pernah mengalami keemasan kesenian kejayaan di jaman Waturenggong. Jika kegiatan Bali Mandara bisa menghasilkan kesenian Bali yang Mahalango maka Bali akan kembali bisa mencapai masa keemasannya yang kedua dan itu terjadi saat kepemimpinan Bali Mandara. Ia berharap semoga kegiatan ini memberikan kontribusi positif untuk pembangunan Bali Mandara.

Diakhir sambutannya, Sudikerta juga memotivasi dan mendukung Kegiatan Peragaan dan Pementasan Seni Budaya ini yang baru pertama kali dilaksanakan Pasca PKB XXXVI Tahun 2014, untuk merevitalisasi dan memotivasi aktivitas berkesenian secara lebih luas di Taman Budaya. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Setda Provinsi Bali, Cok Ngurah Pemayun beserta Ibu, Kepala Dinas Kebudayaan beserta Ibu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Para Rektor PTN dan PTS se-Bali, Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali dan Para Budayawan dan Seniman.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, SH mengatakan bahwa Bali Mandara Mahalango akan berlangsung 13 Juli s.d 13 Agustus 2014 yang bertempat di Taman Budaya Denpasar. “Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk kecintaan masyarakat terhadap budaya Bali yang adiluhung sekaligus memberi ruang berkesenian bagi kelompok dan komunitas seni baik tradisional dan modern dengan mengoptimalkan fungsi Taman Budaya sebagai pusat kesenian dan budaya Bali,” ujarnya.

Dewa Mahendra memaparkan Bali Mandara Mahalango ini akan melibatkan 64 Sekaa/Sanggar/Yayasan seni untuk pelatihan tari dan tabuh dengan menampilkan berbagai bentuk kesenian, baik kesenian pelestarian dan pengembangan, kreasi baru maupun kesenian kolosal dan peragaan busana. (SB-hum/Bali)

 

Comments

comments

Comments are closed.