Wagub Sudikerta Kukuhkan Pengurus Majelis Utama Subak Provinsi Bali

298
Pengukuhan Majelis Utama Subak Provinsi Bali. |foto-rk|

SULUH BALI, Denpasar – Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta mewakili Gubernur mengukuhkan Pengurus Majelis Utama Subak Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Selasa (5/4/2016) pagi.

Peran penting sistem subak berkaitan dengan kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh subak, seperti : kesederhanaan struktur organinsasi subak, sistem kerja koorporatif dan implementasi filosofi Tri Hita Karana yang bertanggungjawab dan berkelanjutan oleh subak. Mengandung pesan agar kita mengelola sumber daya alam termasuk air secara arif untuk menjaga kelestariannya, senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu mengedepankan harmoni dan kebersamaan dalam memecahkan setiap masalah yang muncul.

“Memperhatikan berbagai kearifan yang dimiliki oleh subak sebagai warisan budaya masyarakat Bali, bahkan UNESCO telah menetapkan subak sebagai warisan budaya dunia. Hal tersebut memperkuat lagi tekad dan semangat kita untuk mempertahankan keberadaan subak. Permasalahan dan tantangan yang dihadapi subak seperti alih fungsi lahan, semakin terbatasnya ketersediaan air irigasi, gangguan iklim, dan hama penyakit tanaman, relative lemahnya sumber daya petani kita, maupun permodalan usaha tani yang harus kita sikapi bersama,” ungkap Sudikerta saat memberikan sambutan.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 966/03-K/HK/2016 tentang Pembentukan dan Susunan Keanggotaan Majelis Utama Subak Provinsi Bali, Majelis Utama Subak mempunyai tugas antara lain : sebagai mediator dalam penyelesaian sengketa yang terjadi antara subak pada masing-masing tingkatan.  Membantu penyusunan awig-awig subak. Membina dan pengembangan sumber daya manusia terutama kepada pengurus dan krama subak.

Bekerjasama dengan lembaga pemerintah dan swasta, lembaga, badan, organisasi kemasyarakatan lainnya untuk menyalurkan aspirasi krama subak sejalan dengan kebijakan pemerintah. Melaksanakan tugas berpedoman kepada AD/ART Majelis Utama Subak Provinsi Bali. Melaporkan pelaksanaan tugas secara berkala kepada Gubernur Bali melalui instansi terkait secara berjenjang. Masa kerja Majelis Utama Subak selama 5 tahun, dan dapat diperpnjang selama satu periode jika diperlukan.

Susunan keanggotaan Majelis Utama Subak Provinsi Bali, A. Dewan Pertimbangan Majelis Utama 1. Penyegjeg : Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali, Ketua DPRD Bali. 2. Wakmika : Sekretaris Daerah Provinsi Bali. 3. Penuntun : Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali. Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Bali.

Kemudian susunan pengurus Majelis Utama Subak Provinsi Bali yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si  : Pengurus : 1. Ketua : I Ketut Gede Sanjiarta, SH (Pekaseh Subak Tungkub, Mengwi), Wakil Ketua I : I Ketut Dana (Pekaseh Subak Abian, Karangasem), Wakil Ketua II : I Wayan Bali (Wakil Majelis Madya Subak Kabupaten Gianyar), Wakil Ketua III : I Nyoman Sana (Pekaseh dari Kabupaten Bangli).

Sekretaris I : Ir. I Wayan Pasek Arimbawa ( Pekaseh Agung Yeh Hoo Tabanan), Sekretaris II Ir. I Wayan Kardana (Pekaseh dari Kabupaten Klungkung). 3. Bendahara I :  I Wayan Artayasa (Pekaseh Subak Abian, Tabanan), Bendahara II : I Made Widana ( Pekaseh dari Kabupaten Klungkung). Seksi Parahyangan : I Ketut Jendra (Pekaseh dari Kabupaten Jembrana), Seksi Pawongan : I Wayan Lasya (Pekaseh dari kabupaten Badung), Seksi Palemahan : I Nyoman Anteb (Pekaseh dari Kabupaten Tabanan).

Hadir juga pada pengukuhan Pengurus Majelis Utama Subak Provinsi Bali tersebut para Anggota Forum Koordianasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Para SKPD, Ketua Komisi 2 mewakili ketua DPRD Bali Drs. Ketut Suwandi, Kepala Lembaga Penelitan Subak UNUD, Ketua HKTI dan KTNA Bali, para Pekaseh dan Pengurus Majelis Madya Subak se-Bali. (SB-Rk)

Comments

comments