Sudikerta dan Dirut BPR Kanti Amitaba (foto humas.Bali)

SULUH BALI, Badung — Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menyerahkan bantuan rumah yang merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Perkreditan Rakyat Kanti kepada keluarga Nyoman Wana di Desa Mekar Bhuana, Badung.

“Kami berharap bantuan bedah rumah yang disalurkan BPR Kanti ini dapat meningkatkan taraf hidup penerimanya sehingga masyarakat Bali perlahan-lahan bisa keluar dari masalah kemiskinan,” kata Sudikerta di sela-sela menyerahkan bantuan tersebut, Senin (7/12/2015).

Menurut dia, warga yang masih dihantui oleh kemiskinan yang tidak memiliki rumah layak huni, tidak memiliki penghasilan tetap, dan tidak akan mampu mencapai kesejahteraannya.

“Hal itu merupakan tanggung jawab bersama untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan,” ucapnya sembari memberikan bantuan penguatan ekonomi berupa paket bahan pokok itu.

Sementara itu, penerima bantuan bedah rumah, Nyoman Wana, yang sehari-harinya hanya bekerja sebagai tukang ukir, mengaku tidak memiliki penghasilan yang tetap.

Rata-rata per harinya dia hanya berpenghasilan Rp25 ribu. Wana sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan.

Ke depannya, dia berharap program tersebut tetap berlanjut dan bisa diikuti oleh kepala-kepala daerah lainnya di Bali.

Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba menyatakan BPR yang dikelolanya memang berkomitmen bersinergi dengan Pemprov Bali untuk bekerja bersama-sama dan ikut berpartisipasi dalam mengentaskan masyarakat dari kemiskinan di Bali.

Yang disalurkan saat ini, kata dia, merupakan penyaluran CSR untuk kedua kalinya, yang merupakan program rutin menyalurkan dua unit CSR bedah rumah setiap tahun.

Tidak hanya itu, BPR-nya pun aktif dalam membina kebudayaan seni tari Bali.

Arya Amitaba mengaku BPR Kanti memiliki binaan “sekaa gong” anak-anak, yang sempat mewakili Kabupaten Gianyar pada ajang PKB.

Kegiatan sosial pun menjadi agenda rutin, di antaranya pemeriksaan kesehatan dan pemberian kacamata gratis. Anggaran yang disiapkan pihaknya untuk kegiatan-kegiatan tersebut mencapai Rp100 juta per tahun. (SB-ant)

Comments

comments