Waduk Titab Akan Penuhi Kebutuhan Air Sebagian Buleleng

988

Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat berkunjung ke Waduk Titab, Buleleng (foto humas Bali).

SULUHBALI.CO, Singaraja — Kendati Gubernur Bali berharap pembangunan fisik waduk Titab di Kabupaten Buleleng, Bali agar selesai bulan Oktober, namun pihak kontraktor pelaksana Nindya-Brantas KSO dengan Konsultan Supervisi Indra Karya-Wahana Adya KSO mengagendakan tuntas pada akhir tahun 2014.

”Kalau bisa dituntaskan pembangunan fisiknya sebelum berakhirnya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudoyono, sehingga bisa diresmikan beliau, bulan Oktober mendatang,” kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika ketika meninjau waduk atau bendung Titab di wilayah Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Kamis (31/07).

Pembangunan bendung Titab terbesar di Bali ini, menurut Gubernur, dimaksudkan untuk mengatasi kekeringan dan penanggulangan banjir yang diharapkan tahun 2015 sudah bisa berfungsi, kendati baru tahap irigasi dari beberapa manfaat yang akan dinikmati masyarakat.

”Ada beberapa manfaat bendung Titab yang nantinya mampu mengairi daerah irigasi Saba dan Puluran seluas 1794,82 Ha untuk meningkatkan intensitas tanam dari 169% menjadi 275%. Di samping itu, menambah cadangan energi listrik sebesar 2 x 0,75 MW (wilayah Kecamatan Busungbiu) serta untuk pariwisata, konservasi, perikanan dan lain-lain, termasuk air baku,” ungkap Mangku Pastika.

Mangku Pastika menyatakan gembira, karena air baku yang bisa disiapkan di bendung Titab ini mampu memenuhi kebutuhan air baku sebesar 350 liter/detik di sebagian kabupaten Buleleng yaitu 3 Kecamatan, yaitu Seririt, Banjar,dan Busungbiu.

Keberadaan bendung Titab ini, kata Gubernur, nantinya Buleleng menambah satu danau lagi yang luasnya 68,83 Ha, dengan volume tampungan total air 12,80 juta m3.

Pembangunan waduk atau bendung Titab di Kabupaten Buleleng ini dilaksanakan selama 4 tahun dengan dana APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Bali Penida sebesar Rp428,7 miliar lebih. ”Pembangunan proyek Waduk atau Bendung Titab hingga saat ini sudah menelan biaya Rp407 miliar, dan hingga tuntas secara keseluruhan nanti nanti diperlukan dana Rp486 miliar,” kata Direksi Tehnis Gede Panca.

Sementara pembebasan tanah milik masyarakat setempat melalui kesepakatan bersama antara Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Buleleng tanggal 6 Juli 2010 yang menetapkan harga tanah ditetapkan sebesarRp1 Miliar/Ha.

Sebagai proyek nasional, dalam perjalanan pembangunan fisik waduk atau bendung Titab telah mendapat kunjungan Menteri PU maupun Staf Ahli Kementerian PU dan Dirjen Sumber Daya Alam bersama Direktur Sungai dan Pantai Kementerian PU.

Kunjungan kerja gubernur bersama pimpinan SKPD terkait di Pemerintah Provinsi Bali ke proyek pembangunan Waduk atau Bendung Titab itu, diterima Direksi Tehnis didampingi Kepala Satuan Kerja Putu Edy Purnawijaya dari Kontraktror Pelaksana Nindya-Brantas KSO.

Setelah meninjau proyek Waduk atau Bendung Titab, Gubernur Mangku Pastika dan rombongan mengunjungi Panti Jompo Mara Jara Marapati di Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng sebagai temu kangen. Sekaligus pula membawa titipan kain endek dari Nyonya Ayu Pastika yang tidak sempat ikut, disamping bingkisan lain kepada seluruh penghuni Panti Jompo.

Menurut Karo Humas Provinsi Bali Dewa Mahendra, tidak ikut sertanya Nyonya Ayu Pastika karena ada acara lain yang tidak bisa ditinggalkan di Denpasar.

Menurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Nyoman Wenten, Panti Jompo Mara Jarapati di Kaliasem ini dihuni 70 orang, 5 orang di antaranya telah meninggal dunia, sehingga masih ada 65 orang, 18 orang diantaranya pria. (SB~TY).

 

Comments

comments

Comments are closed.