Wacana “Perda” Orang Kaya Ikut Menanggulangi Kemiskinan di Bali

39

SULUH BALI, Denpasar – Adanya Wacana Anggota Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Parta terkait usulannya tentang Perda orang kaya harus ikut menanggulangi kemiskinan di Bali menjadi topik hangat yang diperbincangkan dalam sebuah dialog “Elaborasi Pemecahan Masalah Kemiskinam di Bali”, di Renon, Selasa (7/4/2015).

Politisi Partai PDIP asal Gianyar ini mengusulkan untuk semua kalangan, baik perusahaan, pengusaha, untuk ikut menanggulangi kemiskinan di Bali dengan ikut serta membantu orang miskin, khususnya dibidang pendidikan.

“Mungkin ngak kita bisa buat Perda tentang yang mengharuskan semua steak holder dari pengusaha, perusahaan, pejabat, untuk bersama-sama dalam menanggulangi persoalan kemiskinan ini khususnya sisi pendidikan” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa jika orang yang digolongkan dalam kategori miskin dibantu dari segi pendidikan,ni akan menjadi investasi untuk kedepannya bisa menyelesaikan semua persoalan kemiskinan di Bali. “Investasi ini paling memastikan persoalan kemiskinan bisa kita selesaikan” tambahnya.

Parta juga mengungkap keberhasilan sekolah milik Provinsi Bali, yaitu SMA Bali Mandara yang merupakan sekolah yang khusus menyekolahkan anak-anak miskin berprestasi sebagai sekolah yang mencetak generasi-generasi muda yang bagus, sebagai investasi dalam menanggulangi kemiskinan di Bali kedepannya.

“Sudah terbukti anak-anak yang kita sekolahkan di SMA Bali Mandara, SMK Bali Mandara, SMAN 1 Denpasar dia bisa kuliah dan selanjutnya dapat menjadi manajemen yang lebih bagus”. ungkapnya.

Sementara Gubenur Bali, I Made Mangku Pastika dalam menanggapi wacana perda tentang keharusan orang kaya ikut menanggulangi kemiskinan di Bali berjanji akan mengkaji usulan itu, akan tetapi Pastika mengingatkan bahwa wacana itu tidaklah mudah, karena wacana ini berkaitan dengan rasa seseorang. “Tentu harus kita kaji karena tidak mudah, karena ini kan urusan kepercayaan, urusan rasa” jelasnya. (SB-Su)

Comments

comments