Unud Gelar Pertemuan Akademisi Asean-Eropa

1099

SULUH BALI, Mangupura— Universitas Udayana (Unud) Bali menggelar pertemuan para akademisi dari sejumlah universitas di ASEAN dan Eropa yang tergabung dalam “Academic University Network” untuk meningkatkan internasionalisasi pendidikan dan kerja sama riset.

Rektor Unud Prof Ketut Suastika usai membuka pertemuan tersebut di gedung Institute for Peace and Democracy (IPD) Unud di Jimbaran, Kabupaten Badung, Senin (15/2/2016), menjelaskan bahwa pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan kerja sama untuk memajukan pendidikan di Tanah Air.

“ASEA Uninet ini bertujuan untuk meningkatkan pendidikan dan riset secara internasional,” katanya.

Menurut dia, dalam pertemuan ke-15 tersebut dibahas sejumlah hal menyangkut pendidikan dan riset.

Sejumlah pembicara internasional juga dihadirkan di antaranya Prof Suastika dengan makalah berjudul “Cooperation within ASEA Uninet” dan dilanjutkan presentasi dari Duta Besar Austria untuk Indonesia Andreas Karabaczek.

Selain itu juga menghadirkan Prof A Min Tjoa yang merupakan Direktur Institute of Software Technology and Interactive System dari Vienna University of Technology dan Prof Carla Locatelli yang merupakan Koordinator Regional ASEA Uninet wilayah Eropa.

Dalam pertemuan dua tahunan itu juga disajikan karya tulis ilmiah dari berbagai bidang termasuk ekonomi, sains dan teknologi, budaya dan musik, sosial, kesehatan dan kedokteran serta kemaritiman.

Total ada 67 karya ilmiah oleh para peneliti dari delapan negara yakni Austria, Filipina, Indonesia, Inggris, Laos, Thailand dan Vietnam.

Lima universitas baru juga akan masuk menjadi anggota ASEA Uninet, sehingga menambah jumlah perguruan tinggi saat ini mencapai 75 universitas dari 17 negara yang berasal dari ASEAN dan Eropa.

Unud merupakan satu-satu universitas di Bali dan Indonesia bagian timur yang tergabung dalam ASEA Uninet dan Suastika sendiri merupakan Presiden ASEAN European Academic University Network atau ASEA Uninet 2014-2016.

Selain pertemuan dan konferensi dengan menghadirkan karya tulis ilmiah dan pembicara akademis, pertemuan itu juga memilih presiden baru untuk periode 2016-2018. (SB-ant)

Comments

comments