Unjuk Kreativitas di Ajang TCF

396

Penampilan Teater Jineng SMASTA di TCF.

 

SULUHBALI.CO, Tabanan – Sebagai sebuah ajang berkumpulnya para insan kreatif di Tabanan maupun luar Tabanan untuk memperkenalkan produk atau keahlian mereka agar dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat,  Tabanan Creative Festival (TCF) tahun ini sudah memasuki tahun yang ke -3. Untuk tahun ini acara kembali digelar di Taman Kota, sebelah timur Gedung Ketut Maria, Tabanana,  berlangsung dari tanggal 30 – 31 Agustus 2014.

Pada hari pertama Sabtu malam (30/8), selain menyuguhkan beragam produk serta karya di beberapa stand yang berdiri di areal Taman Kota, juga sederet acara pagelaran mengisi panggung TCF. Seperti penampilan dalang cilik dari Desa Tunjuk, Kemudian Teater Jineng SMASTA, dengan judul Toya Parisuda, para siswa SMAN 1 Tabanan ini menceritakan tentang pentingnya air sebagai sumber penghidupan, filosofi air serta dampak bila abai terhadap air.

Emoni Band saat ikut memeriahkan TCF.
Emoni Band saat ikut memeriahkan TCF.

Kemudian panggung diisi oleh grup-grup band seperti Lovers Band, Tiga Sisi Band, Angka Ganjil Band dan Emoni Bali Band. Emoni Bali Band ini mampu menyedot perhatian para penonton yang kebanyakan anak-anak muda Tabanan. Band yang melejit karena membuat inovasi mengkolaborasikan alat-alat tradisional dengan instrumen modern ini terlihat unik dan kreatif, baik alat-alat musik yang digunakan maupun materi lagu yang dibawakannya. Selain lagu-lagu berbahasa Indonesia, juga dibawakan lagu-lagu anak-anak yang sudah lawas, bahkan kini nyaris dilupakan, seperti Lagu Meong-Meong, Made Cenik, Kaki Tue, Melayangan, Ratu Anom, Ketut Garing. Dengan olahan kreatif Emoni Bali Band, lagu-lagu tersebut jadi terasa enak dinikmati. Tampil dengan santai, masing-masing personil mengenakan baju kaos warna putih, kamben serta udeng batik.

Band yang dibentuk 11 Januari 2011 ini digawangi Gung De (gitaris & vokalis) , Gung BJ (perkusi & vokalis), Eka (gitaris), Gus Yogi (bassis), Dony (rindik), Gung Tango (rindik), Deny (seruling), serta Gung Wah (seruling) berhasil melahirkan sebuah grup band yang memiliki ciri khas. Bermula dari kesamaan hobi menabuh para mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Udayana (Unud), lahirlah Emoni.

Mengolaborasikan nada-nada alat musik tradisional Bali dan modern dimulai sejak Dies Natalis Unud 2010 lalu. Sejak itu beberapa tawaran kolaborasi dan pentas berdatangan. Kini mereka kerap tampil di beberapa festival mulai dari pentas sekolah hingga ajang tahunan macam Pesta Kesenian Bali (PKB). (SB-Raka).

 

All foto by : Raka

Comments

comments