Unik| Meski Jabatan Gubernur, Anggota DPR, Bupati, di Desa Pakraman Tetap Krama

234
Jero Gede Suwena Putus Upadesa, Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali.

SULUH BALI, Denpasar – Sisi unik di Bali ditunjukan dalam bentuk lembaga adat yang sangat kuat hingga saat ini yang disebut Desa Pakraman. Bahkan jabatan tinggi seperti gubernur, bupati, DPRD, dan pimpinan tinggi laiinnya tetap berstatus krama desa pakraman di desa masing-masing.

“Di Bali, pak gubernur, pak sekda, semua SKPD kita, bupati, pimpinan DPRD kita semua krama Desa di Bali,” ujar Jero Gede Suwena Putus Upadesa, Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali pada Simkrama Gubernur Bali di Wantilan DPRD Bali, Sabtu (29/10/2016).

Melihat hal itu, pimpinan-pimpinan dan pejabat tinggi yang menjadi krama desa diharapkan mampu memberikan suri tauladan agar Deaa Pakraman memiliki integritas sesuai dengan fungsinya.

“Oleh karena itu pimpinan-pimpinan dan intelektual kita bimbing prajuru-prajuru untuk menjadikan Desa Pakraman benar-benar mandiri berintegritas sesuai dengan linggih dan sesananya,” harapnya.

Selain itu, desa pakraman sebagai komunitas warga adat Bali yang menganut agama Hindu bahkan sudah membentengi setiap penjuru Bali agar tidak mudah dimasuki hal-hal negatif dari luar.

“Desa pakraman membentengi secara sekala dan niskala dari timur sampai barat utara selatan dengan membangun pura-pura di pesisir dan digunung,” jelas Jero Suwena.

Mengingat fungsi dan tujuan desa pakraman jelas sebagai komunitas berbasis agama Hindu, Jero Suwena mengingatkan agar Desa Pakraman tidak menjadi tunggangan politik yang membawanya ke luar jalur dan fungsinya.

“Jangan menggunakan nama desa adat dalam melakukan tindakan di luar kewenangan tugas pokok dan fungsinya kalau atas pribadi silakan,” ujarnya. (SB-Skb)

Comments

comments