Unik, Kerajinan Topeng “Batok Kelapa” Multifungsi

1425

Made Darma beserta beberapa hasil karya topengnya. |foto-su|

 

SULUH BALI, Semarapura ─ Dari kejauhan hasil kerajinan ini lebih terlihat seperti sebuah topeng kayu yang berbentuk topeng manusia dalam berbagai karakter. Akan tetapi ketika dilihat secara dekat akan tampak sebuah batok kelapa tua yang telah diolah dan diukir sehingga membentuk topeng pengkarakteran manusia.

Saat diperhatikan secara seksma, kita tidak hanya melihat bentuk ukiran topeng  batok kelapa sebagai hiasan saja, tetapi uniknya terlihat di balik topeng batok kelapa itu ditemui sebuah lubang yang difungsikan sebagai tempat untuk menaruh alat-alat tulis.

Hasil kreatif dari pemanfaatan batok kelapa yang diolah dan diukir sedemikian rupa membentuk topeng karakter dan memiliki dwifungsi ini dibuat dan di pamerkan oleh Made Darma pada pameran UMK Festival Semarapura 1 yang dilaksanakan pada 25-28 April 2015 di Lapangan Ida Dewa Kania, Klungkung.

Made Darma sendiri adalah perajin dengan pemanfataan batok kelapa berasal dari Dusun Sari Merta, Negari, Banjarangkan Klungkung, dan Sentra pengelolaann batok kelapa yang dikelolanya saat ini  bernama Yande Batok.

“Perusahan kami ada tepatnya di daerah Negari, Dusun Sari Merta Banjar Rangkan Klungkung, usaha kami bernama Yande Batok”

Adapun olahan kerajaninan batok kelapa selain dalam bentuk topeng batok kelapa,  antara lain alat-alat rumah tangga semua memakai bahan dasar batok kelapa dan juga memanfaatkan tempurungnya.

“Produk-produk dapur sampai aksesoris pokoknya semua produk kami mempunyai multifungsi baik sebagai hiasan dan juga dapat berfungsi sebagai alat” jelasnya.

Sementara harga yang ditawarkan untuk bisa memiliki kerajinan olahan yang berbahan dasar batok kelapa ini relatif cukup murah dan terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah.

“Harganya bisa terjangkau oleh konsumen, kisaran harganya dari yang termurah Rp. 5000 sampai Rp. 150.000” imbuhnya.

Bahkan pangsa pasar penjualan kerajinan batok kelapa ini sudah sampai menembus pasar dunia sebagai penyedia barang ekspor ke luar negeri . “Kami masih suplayer eksport yang selama ini dalam negeri juga” pungkasnya.

Di dalam negerii hasil kerajinan batok kelapa ini sudah sampai dipamerkan di luar daerah yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.

“Daerah Batam, Jakarta sudah pernah diajak dari Dinas Koperasi dan Disperindag dan ada juga dari perusahan daerah” ucapnya.

Meskipun telah masuk dipangsa ekspor, Made Darma masih  mengaku masih terkendala dalam memasaran produk-produknya di dalam negeri, oleh karena itu Ia sangat berharap besar terhadap  peran pemerintah dalam membantu dan mewadahi usaha kecil seperti dirinya sehingga pemasaran produk-produknya semakin baik kedepannya.

“Harapannya kedepan pemasaran, boleh dikata bila perlu pemerintah yang mengasi membikin wadah para pengerajin di Bali” harapnya. (SB-Su)

Comments

comments