Umat Hindu Rayakan Ritual Tumpek Landep

131

SULUHBALI.CO, Denpasar – Umat Hindu Dharma di Bali, Sabtu, menggelar kegiatan ritual untuk memperingati hari Tumpek Landep, persembahan suci yang khusus ditujukan untuk keris pusaka dan jenis benda yang bahan baku pembuatannya besi, perak, tembaga, dan logam lainnya.

“Kegiatan ritual itu menggunakan kelengkapan sarana banten, rangkaian janur kombinasi bunga, dan buah-buahan ditujukan untuk keris pusaka dan berbagai jenis alat produksi lainnya,” kata Dosen Institut Hindu Dharma Indonesia (IHDN) Denpasar Dr.Drs. I Ketut Sumadi, M.Par. di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan bahwa perayaan Tumpek Landep dilakukan setiap 210 hari sekali atau enam bulan kelender Bali, jatuh pada hari Sabtu Kliwon wuku Landep (wuku kedua dari 30 wuku).

Ritual tersebut untuk memohon keselamatan kehadapan “Sang Hyang Pasupati” manifestasi “Sang Hyang Widhi Wasa” sebagai Dewa Pencipta dan pemilik peralatan yang terbuat dari besi, perak, dan emas.

Ketut Sumadi menjelaskan bahwa makna dari ritual Tumpek Landep untuk mengasah dan meningkatkan ketajaman pikiran serta mohon kekuatan lahir batin agar manusia selamat dalam mengarungi kehidupan.

Kegiatan ritual itu dilakukan di tingkat rumah tangga, instansi pemerintah, serta swasta dengan skala besar maupun kecil sesuai kemampuan masing-masing.

Tumpek Landep juga merupakan “pujawali” Betara Siwa yang berfungsi melebur dan “memralina” (memusnahkan) untuk kembali keasalnya.

Oleh sebab itu, seluruh peralatan yang digunakan umat manusia dalam mengolah isi alam, khususnya peralatan yang mengandung unsur besi, baja, emas, atau perak harus tetap terjaga kesucianya.

Dengan demikian, kata dia, akan dapat digunakan dengan baik untuk selamanya, tanpa merusak alam lingkungan.

Pemerintah Kota Denpasar dalam memperingati Hari Tumpek Landep, antara lain mengadakan pameran keris, kirab keris, sarasehan keris, serta pameran perajin keris.

Kegiatan yang digelar di Museum Bali berlangsung selama tiga hari, 20–22 Agustus 2013, juga dilakukan peluncuran buku berjudul “Jelajah Keris Bali Pusaka Budaya Nusantara” oleh Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar I Wayan Gatra selaku panitia kegiatan itu menjelaskan bahwa berbagai kegiatan itu sengaja dilakukan lebih awal agar tidak mengganggu kegiatan ritual tumpek landep di rumah tangga masing-masing.

Kegiatan yang merupakan kelima kalinya tahun ini akan lebih ditingkatkan dalam memperingati Hari Tumpek Landep tahun 2014, ujar Wayan Gatra. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.