Tumpek Uduh di Desa Visesa

67
Tumpek Uduh di Desa Visesa (foto istimewa)

SULUH BALI, Gianyar – Desa Visesa Ubud yang mendedikasikan sebagian besar lahannya untuk lahan hijau organic, menggunakan system permaculture ini melakukan persembahyangan tumpek uduh di semua tumbuhan yang ada di area hotel, seperti padi, pohon kelapa, sayuran, buah-buahan dan lainnya. Persembahyangan yang dilaksanakan oleh Pemangku ini juga dibantu oleh para karyawan hotel dan bahkan tamu yang menginap juga diajak untuk berpartisipasi. Dengan begitu para tamu mendapatkan pengalaman menarik serta dapat mengenal lebih jauh tentang budaya Bali

Hari raya Tumpek Uduh yang juga dikenal dengan Tumpek Bubuh ini merupakan hari dimana turunnya Sanghyang Sangkara yang memelihara agar tumbuhan dapat tumbuh subur dan terhindar dari hama penyakit, sehingga dapat memberikan hasil yang baik dan berlimpah. Upacara yang dilakukan yaitu persembahan ‘banten’ khusus kepada tumbuh-tumbuhan. Upacara ini merupakan upacara yang tidak akan terlewatkan karena dipercaya oleh leluhur terdahulu dapat memberikan hasil yang melimpah yang akan dimanfaatkan untuk hari raya Galungan dan Kuningan.

Dengan philosophy terdahulu, diharapkan bahwa tumbuh-tumbuhan tersebut dapat memberikan hasil yang melimpah kedepannya, dapat dimanfaatkan untuk upacara atau hari besar lainnya serta dapat memenuhi kebutuhan para tamu khususnya dibidang makanan. (SB-cas)

Comments

comments