Tukang Ojek Ini Nyambi Jadi Penjambret di Kuta

624
Kapolsek Kuta menunjukan uang hasil kejahatan dan pelaku jambret nampak di belakang (foto Ijo).

SULUHBALI, Mangupura  – Ketut S (27) asal karangasem yang sehari-sehari bekerja sebagai tukang ojek di sekitar Ground Zero diamankan Jajaran Polsek Kuta karena terbukti melakukan aksi penjambretan Mr. Claimen Boher saat akan tempat hiburan malam.

Saat korban berada di depan Paddys Club pelaku berpura-pura menawarkan jasa ojek kepada korban. Lantaran tidak ada jawaban dari korban, pelaku yang kesal berpura-pura menambrak korban. Tanpa disadari korban, pelaku berhasil membawa kabur dompet berserta handphone miliknya

“Korban ini tidak sadar bahwa dompet dan hapenya telah diambil oleh pelaku. Jadi, ini modus baru, pelaku penjambretan ini berpura-pura menawarkan ojek lalu menyenggol korbannya sampai korbannya tidak sadar kalau barang-barang nya telah dicuri, Dari hasil melancarkan aksinya pelaku berhasil mengambil dompet beserta handphone miliki korbannya yang dijual pelaku di Jalan Mahendradata seharga 2,3 juta,” terangnya, Selasa (24/05/2016).

Pelaku penjambretan tersebut berhasil ditangkap setelah petugas Reserse yang bertugas di sekitar lokasi kejadian, bersama sejumlah aparat keamanan Desa Adat Kuta yang mendengar teriakan seorang wisatawan yang mengatakan dirinya telah kehilangan sebuah Handphone.

“Petugas kami yang berjaga di sekitar kawasan Ground Zero bersama sejumlah aparat keamanan gabungan Desa Adat Kuta yang mendengar ada teriakan dari salah seorang wisatawan yang mengatakan bahwa dirinya kehilangan sebuah Handphone. Ada kecurigaaan terhadap pelaku ini yang lewat sekitar lokasi kejadian, setelah dilakukan pengejaran ternyata memang benar bahwa pelaku yang telah melakukan aksi penjambretan tersebut,” bebernya.

Sumara menegaskan meskipun ini terbilang modus baru namun pihak akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penjambretan yang beraksi di wilayah  hukum Polsek Kuta.

“Kami tidak akan tinggal diam, meskipun ini modus baru kami akan tetap kejar para pelaku jambret yang modus baru ini. Kalau sore biasanya para pelaku ini masih bekerja sebagai tukang ojek tetapi ketika jam bubaran club malam jadi berubah profesi sehingga ini yang perlu kita tingkatkan pengawasannya,” tegasnya.

Sumara tidak memungkiri meskipun pihaknya telah berhasil menekan aksi penjambretan di wilayah Kuta, muncul lagi di titik-titik lainnya.

“Setelah kita menyebarkan anggota berserta aparat Desa Adat kuta, angka aksi penjambretan di sekitar kawan Ground Zero terjadi penurunan. Namun, kami sebarkan di tempat lain jangan sampai kami tekan disini maka akan muncul kembali di titik lainnya,” ujarnya. (SB-Ijo)

Comments

comments