Tukang Banten Wajib Nyungsung Sang Hyang Tapini

740

SULUH BALI, Denpasar Menjadi tukang banten tidak sembarangan orang, namun harus mempersiapkan diri secara jasmani maupun rohani. Selain itu, yang paling utama tukang banten harus nyungsung (memuja) Sang Hyang Tapini sebagai dewanya.

Dalam lontar Adnya Parekreti dijelaskan tattwa tukang banten yang dijelaskan sebagai berikut “Kasukseman rikalaning akarya pailen saluwiring tetandingan bebanten : Sane patut keadegang sungsang Siwi,maka dēwaning tukang banten : Ida Hyang betari Uma, meraga Sang Hyang Tapini” (saat membuat alat-alat berupa tetandingan bebanten: yang patut untuk distanakan dan dipuja adalah Dewa tukang banten yakni Ida Hyang Betari Uma, sebagai Sang Hyang Tapini).

Sang Hyang Tapini disebutkan memiliki tiga ancangan yang juga harus dipuja oleh setiap tukang banten sebagai guru dalam membuat sarana bebantenan.

“Ida maduwē ancangan ( penyeroan ) watek dedari tigang diri. luwirē : 1. Dewa Pradnya. 2. Dewi Kedep 3. Dewi Wastu. Punika Sang tiga patut suksemayang pissan, dening punika meraga guruning tukang banten, mukya ritat kalaning lumaksanang saluwiring karya”. (Beliau memiliki ancangan (pengikut) widyadari tiga orang, yakni 1. Dewa Pradnya. 2. Dewi Kedep. 3. Dewi Wastu. Beliau bertiga yang patut dihormati karena beliau merupakan guru tukang banten, dipuja saat melaksnaakan setiap yadnya).

Dari ketiga guru sebagai Sang Tiga Guru Banten juga memiliki rencang yang juga berjumlah tiga diantaranya dijelaskan sebagai berikut:

Sang tiga inucap ring ajeng, maderuwē taler rencang wiydin pengenter tigang diri luwirē : 1. Ni Buta Kecak, 2, Ni Uta Suwadnya, miwah dane nomor 3, Ni Buta Pancad. (Sang Tiga yang disebutkan tersebut, memiliki juga rencang (pengikut) atau pengiring tiga orang jumlahnya, yakni: 1. Ni Buta Kecak, 2. Ni Uta Suwadnya, serta yang nomor 3. Ni Buta Pancad).

Ketiga rerencang tersebut diharapkan dapat membantu seorang Tapini dalam melaksanakan kewajibannya sebagai tukang banten dalam segala macam upacara yadnya dilakukan.

Sang Hyang Tapini sebagai Dewaning banten serta para rerencangnya harus teguh disungsung sebagai sistem berguru sesuai dengansesananing (kewajiban) tukang banten. (SB*)

Comments

comments