Tri Hita Karana Award Kembali Di Gelar

1001

Jumpa pers terkait akan digelarnya Tri Hita Karana Award. |foto-IJO|

SULUHBALI.CO, Denpasar- Sejak ditetapkan sebagai landasan  pembangunan bali pada tahun 1969 atau yang dikenal sebagai awal dari replika I. kemudian oktober 2013 pada saat KTT APEC di Nusa Dua,konsep THK dijadikan Icon sebagai landasan terhadap pembangunan bekelanjutan ( Global Sustanable Development) khususnya dalam bidang pembangunan Pariwisata Dunia.

Yayasan Tri Hita Karana pada tahun ini kembali menyelenggarakan Tri Hita Karana Award 2014, program THK Awards tak hanya memberi awards (penghargaan) bagi hotel dan instansi yang telah mengimplementasikan konsep hidup masyarakat Bali yaitu tri hita karana. Namun yang lebih penting adalah setiap tahun, kami melakukan akreditasi terhadap hotel agar konsep ini terus-menerus diimplentasikan di lingkungan manajemen mereka.

Tri Hita Karana Award merupakan salah satu penghargaan yang diberikan oleh yayasan Tri Hita Karana, penghargaan ini tidak hanya diberikan hanya kepada bidang pariwsata,bidang dan pendidikan namun  ini juga salah satu bentuk wujud dalam upaya melestarikan budaya bali.

Meski bersifat sukarela, partisipasi hotel untuk ikut program THK Awards setiap tahunnya meningkat. Seperti tahun 2014, telah terdaftar 90 hotel dan DTW (daya tarik wisata) yang siap dinilai tentang sejauhmana mereka telah meninglepemtasikan konsep THK di lingkungan manajemennya. Jumlah ini dipastikan terus bertambah hingga 100 hotel dan DTW yang ikut THK Awards 2014. Sementara jumlah peserta THK Awards tahun 2013 tercatat kurang dari 90 hotel.

Penghargaan (awards) diberikan sesuai dengan nilai terhadap aktivitas implementasi THK, seperti kategori Bronze (perunggu), Silver (perak) dan Gold (emas). Bila mereka telah mendapat Gold tiga kali berturut-turut, maka mereka berhak mendapat Emerald Awards dan mendapat emerald tiga kali berturut-turun diberikan Platinum Awards. “Yang mendapat emerald dan platinum inilah yang dipromosikan ke tingkat dunia (PBB), khususnya lembaga pariwisata dunia, UN-WTO

“Dengan demikian, usaha yang kami lakukan sejak tahun 2000, tidaklah sia-sia. Setelah Bali konsep THK dimasukkan ke dalam UU Pariwisata Republik Indonesia dan PBB, khususnya lembaga dunia yang khusus menangani pariwisata yaitu UN-WTO mendukung program ini,” ujar Ir. I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, selaku Ketua Yayasan Tri Hita Karana (THK) Bali saat jumpa pers di Ruang Rapat, Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Renon, Kamis (24/04/2014).

“Untuk mengikuti program THK Awards, peserta harus melalui 4 tahapan yaitu 1). Mengisi “initial screening’ sebagai tanda bersedia dinilai. Pada tahap ini hotel wajib menginformasikan luas lahan lokasi hotel, jumlah kamar, nama pengelola, dan aktivitas CSR (corporate social responsibility -tanggung jawab sosial yang telah dilakukan selama 3 tahun berturut-turut). Tahap berikutnya adalah mengikuti pelatihan dasar THK yang diberikan oleh Dewan Pakar dari Yayasan Tri Hita Karana, lanjut tahap ketiga adalah penilaian oleh tim assessor yang disediakan oleh yayasan. Terakhir pada November 2014 adalah tahap Penganugrahan THK Awards,” Papar Wisnu. ( SB-IJO )

 

Comments

comments