Salah satu pegawai menyiapkan makanan di Warung Tresni. |foto-raka|

SULUHBALI.CO, Denpasar – Warung Tresni merupakan warung makan dengan konsep kafetarian, menyajikan kuliner tradisional ala Bali yang tentunya bercita rasa khas dan nikmat. Serta menjadi tempat favorit bagi sekelompok orang untuk menikmati istirahat siang ataupun beberapa komunitas untuk melaksanakan diskusi tertentu, karena selain harga makanan yang terjangkau tempat ini juga menyajikan suasana yang nyaman.

Putu Indrawan pemilik dari warung yang terletak di jalan Drupadi, Renon, Denpasar ini mempercayakan pengelolaan warungnya kepada sang adik Made Suarta.

Salah satu makanan di Warung Tresni. |foto.iwan|
Salah satu makanan di Warung Tresni. |foto.iwan|
Putu Indrawan
Putu Indrawan

Made Suarta menjelaskan, awal mula menjalani usaha kulinernya dengan berjualan kaki lima di lapangan Renon, “Awalnya saya hanya berjualan kaki lima di Renon, dan suatu ketika sudah tidak boleh berjualan karena ada penertiban dari pemerintah kita mencoba mencari tempat dan dapatnya disini,” ujarnya.

Berdiri sejak tahun 2002, Warung Tresni saat ini telah mempekerjakan 8 orang pegawai dengan lebih fokus mempekerjakan keluarga terlebih dahulu sebagai pegawai. “Disini ada 8 orang pegawai baik yang dari luar maupun keluarga, tapi kita lebih fokus mempekerjakan keluarga dulu sebagai pegawai disini,”paparnya.

Ia juga mengaku jika warungnya fokus mentradisikan masakan khas Bali khususnya, yang juga sangat digemari oleh berbagai kalangan baik dari kalangan menegah keatas maupun kebawah.

“Kita disini menyajikan makanan tradisional khas Bali, disini kita punya nasi campur, tipat kuah dan lain sebagainya yang memang khas Bali disamping itu minumannya juga kita menyediakan daluman dan lainnya yang memang pure Bali” Ia menambahkan.

Salah satu jajanan Bali di Warung Tresni. |foto.iwan|
Salah satu jajanan Bali di Warung Tresni. |foto.iwan|

Made Suarta juga menjelaskan jika warungnya saat ini sering dijadikan tempat diskusi dari berbagai komunitas yang memang lebih memilih tempat semacam itu untuk menggelar acara tersebut. ia menuturkan,” Ya disini memang sering dijadikan tempat diskusi bagi beberapa komunitas atau semacamnya, karena memang disini kita sharing dan kadang-kadang juga kita jualan, kalau ingin pakai tempat disini ya silahkan kita juga tidak saklek,” tuturnya. (SB-Tiar/Lik)

Video-gustiar

Comments

comments

Comments are closed.