Trek-trekan di Jalan IB Mantra | Team Sabata Datang, Pembalap Kocar-Kacir

633
Polisi amankan pelaku trek trekan di jalan IB Mantra, Klungkung (foto humas.Polda).

SULUH BALI, Klungkung– Kasus kenakalan anak remaja kembali terjadi di wilayah Klungkung. Sejumlah anak berusia belasan tahun terlibat balap liar (trek-trekan)  di Jalan Ida Bagus Mantra, Rabu (3/1/2018) sekitar pukul 03.30 Wita. Mirisnya, anak remaja dari luar Kabupaten Klungkung juga ikut dalam adu kecepatan motor ini.

Kegiatan balap liar dikeluhkan oleh warga yang berada disekitar TKP. Sejumlah warga mengaku terganggu dan tidak bisa beristirahat dengan nyaman karena mendengar suara motor yang keras dan bising lalu lalang di jalan raya.

Danru I Team Sabata Polda Bali Bripda Putu Agus S. Subiantara mengatakan, saat melaksanakan patroli, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada trek-trekan di Jalan Prof. Ida Bagus Mantra, Klungkung. Kemudian laporan itu ditindaklanjuti dengan mengecek dan mendatangi TKP.

Mengetahui polisi datang, anak remaja itu langsung kocar kacir berhamburan dan kabur menggunakan sepeda motor. Team Sabata pun melakukan pengejaran terhadap tiga orang yang diduga terlibat dalam trek-trekan saat itu.

Pengejaran ketiga anak remaja ini, akhirnya berakhir di Jalan Raya Mas Ubud, Gianyar. Team Sabata langsung memeriksa, menggeledah dan mengamankan mereka untuk dimintai keterangan dan informasi. Hasil penggeledahan, polisi tidak menemukan adanya barang bukti yang dijadikan taruhan saat balapan berlangsung. Karena tidak ada unsur perjudian, polisi hanya memberikan teguran dan tindakan di tempat.

“Ketiga orang tersebut diketahui berinisial KP (20), GS (18) dan CB (18). Semuanya masih berstatus sebagai siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA),” kata Bripda Putu Agus S. Subiantara.

Team Sabata juga mengamankan satu unit sepeda motor Suzuki yang sudah dimodifikasi. Selanjutnya kendaraan itu dinaikan ke mobil operasional Team Sabata untuk diangkut dan dibawa ke Kantor Polisi.

“Anak remaja ini harus mengajak kedua orang tuanya saat mengambil motor. Intinya adalah orang tua mereka harus tahu bagaimana perilaku anaknya di jalanan. Diharapkan orang tua akan lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anak mereka,” imbuhnya. (SB-Rio) 

 

Comments

comments