Trans Resort Bali Adakan Penghormatan Untuk Maestro I Nyoman Gunarsa

26

SULUH BALI, Mangapura – Pelukis ternama dari Bali bernama I Nyoman Gunarsa telah menghasilkan banyak karya yang menjadi pusat perhatian dunia. Karya-karyanya didasari oleh cerita rakyat Bali, serta Legenda Hindu Dharma dan membuat hasil karyanya memiliki gaya yang berbeda dari lukisan pada umumnya. Bahkan, kerap dijadikan panutan bagi pelukis-pelukis lain sebagai sarana mencari inspirasi untuk menciptakan lukisan yang cantik nan indah.

Untuk menghormati dan mengapresiasi hasil karya beliau,The Trans Resort Bali menyediakan area khusus di lobby untuk megapresiasi hasil karya I Nyoman Gunarsa. Acara ini digelar pada tanggal 13-30 September 2017. Akses tersebut dibuka dengan membawa bunga dan meletakkannya di depan lukisan I Nyoman Gunarsa.

Terdapat 9 karya I Nyoman Gunarsa di The Trans Resort Bali dan 2 buah karya agung, diletakkan di area lobby The Trans Resort Bali. Lukisan terebut menceritakan tentang tarian pendet atau tarian penyambut, diiringi dengan barong yang melambangkan kebaikan. Lukisan ini bertujuan untuk memberikan sambutan hangat dan gembira diiringi dengan musik tradisional Bali kepada para tamu yang datang ke resort ini. Yang lebih menariknya lagi, di lukisan besar ini adalah salah satu karya masterpiece dan terbesar dengan panjang 6×4 meter yang pernah dihasilan oleh I Noman Gunarsa, sebelem berakhir masa dedikasinya dalam memberikan kontribusi khususnya pada seni dan budaya di Indonesia.

“Kita sangat menghargai jasa beliau, pertama dari sisi seni yang menghadirkan budaya Bali dan beliau juga yang sudah berkontribusi membuat lukisan-lukisan yang sangat indah di Trans Resort Bali. Total kita ada 9 koleksi hasil karya beliau, termasuk 2 terakhir yang sangat besar, itu masing-masing berukuran 6×4 meter. Banyak sekali tamu yang mengagumi hasil karya beliau tapi belum mengenal siapa pelukisnya, jadi ini salah satu cara kita memberi penghormatan kepada beliau. Kita selalu menjelaskan pada saat tamu chek-in kita menjelaskan lukisan ini siapa yang membuatnya,” jelas Ieda Puanani selaku Director of Sales & Marketing.

Pelukis lulusan ASRI Yogyakarta (Akademi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta) ini telah menghasilkan lebih dari 100 lukisan sejak tahun 1970 hingga 2017, dan beberapa karyanya berada di The Trans Resort Bali. Beliau juga banyak mendapat penghargaan seperti penghargaan Seni Pratisara Affandi Adi Karya pada tahun 1976, Penghargaan dalam Biennale III Jakarta pada tahun 1978 , Biennale IV Jakarta pada tahun 1980, dan penghargaan dari President Republik Indonesia, Joko Widodo pada kunjungannya ke Museum Seni Lukis Kontemporer Indonesia awal bulan Agustus lalu, serta masih banyak lagi penghargaan lainnya yang didapatkan beliau.

Karya-karya lainnya diletakkan di dalam beberapa villa, area Boardroom dan Trans Grand Ballroom. Bukan hanya untuk sentuhan kesan tradisional Bali, tetapi juga untuk menambah kesan mewah pada interior di Trans Resort Bali. (SB-cas)

Comments

comments