Tragis | Kepala Gadis Cilik Ini Pecah Tertimpa Pohon Saat Mandi di Mata Air

1922
Jasad Komang Yulia setelah diperiksa dan foto lokasi TKP tempat tewasnya Yulia (foto BPBD Buleleng).

SULUH BALI, Singaraja ––  Setelah peristiwa Rendy (13) yang tewas mengenaskan karena kena setrum saat akan minum di Anjungan Air Minum Otomatis (AMO) di lapangan Puputan Badung, Denpasar, Kamis (13/4/2017), dan pada waktu bersamaan, Aditya murid kelas 3 Sekolah Dasar, tewas tenggelam di sungai (tukad) Badung, di dekat rumahnya di Ubung.

Baca:

  1. http://suluhbali.co/menyedihkan-mau-minum-air-gratis-rendi-rizaldi-tewas-seketika-di-puputan-badung/
  2. http://suluhbali.co/duh-ambil-bola-aditya-justru-tenggelam-ke-sungai/
  3. http://suluhbali.co/rendi-tewas-minum-air-gratis-gps-sebut-tidak-cukup-minta-maaf-harus-ada-tindakan-pidana/

Senin (17/4/2017) kembali peristiwa tragis menimpa anak. Komang Yulia Verayanti (9) asal Desa Banyusri, Kecamatan Banjar, Buleleng, tewas tertimpa pohon ketika sedang mandi di sumber mata air. Akibat tertimpa pohon dengan diameter cukup besar, menyebabkan korban mengalami pecah otak, patah pada kaki dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Kepolisian Resor Buleleng, Bali, sedang menyelidiki kasus tersebut, “Korban tertimpa pohon hasil tebangan salah seorang warga bernama Putu Wijana (48) asal Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Buleleng,” Ajun Komisaris Polisi Nyoman Suartika di Singaraja, Bali, Senin (17/4/2017).

Ia mengatakan, Polisi kini melakukan pemeriksaan intensif terhadap Putu Wijaya yang diduga sebagai pelaku. “Dugaan memang pelakunya Putu Wijaya sebagai penebang pohon dan kini pemeriksaan sedang berjalan,” kata dia.

Menurut dia, kronologis kejadian berawal ketika Putu Wijaya bersama dua orang lainnya sedang menebang pohon di tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan mesin sensor.

“Ketika sedang menebang pohon jenis teep, robohan pohon tersebut kemudian menimpa salah satu pohon lain, hingga akhirnya pohon tersebut menimpa korban yang sedang mandi di sumber mata air,” kata dia.

“Kami masih selidiki kasus ini lebih dalam lagi. Nanti perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan. Kini penyidik masih melakukan pemeriksanan kepada pelaku dan saksi-saksi,” ujarnya. (SB-ant)

Comments

comments