Tradisi Unik di Nusa Penida Belum Maksimal Dimunculkan

57
Mediasi yang mengundang para perbekel seluruh Nusa Penida yang membahas tentang tradisi di Nusa Penida bersama Camat, dan pihak ISI Denpasar. |foto-sjd|

SULUH BALI, Nusa Penida – Karakteristik Nusa Penida sedikit berbeda dari daerah lainya di Bali baik segi geografi maupun tradisi budaya. Pakem tarian diluar kebiasaan tari Bali seperti Jangkang Pelilit, Gandrung Bungunurip, Gambuh serta lainya. Masalahnya, ada beberapa tradisi atau budaya yang belum muncul dipermukaan.

” Tradisi Nusa Penida cukup banyak tapi sebagian saja yang dikenal selebihnya terpendam. Nah, melalui Kerja Kuliah Nyata mahasiswa kami akan membantu masyarakat mengembangkan terutama desa memiliki tradisi unik baik tarian maupun lainya. Menerjunkan 334 siswa tersebar di 16 desa dari seluruh prodi yang ada selama sebulan pertengahan Juli dan Agustus mendatang, ” kata Dosen ISI Denpasar Dr. Komang Sudirga saat bertemu dengan perbekel se-kecamatan Nusa Penida dimediasi Camat Nusa Penida I Gusti Agung Mahajaya, Kamis (24/6) kemarin.

Menurutnya, ada permasalah yang mendasar yakni kebanggan masyarakat akan tradisi masih lemah sehingga tradisi ini tenggelam disamping faktor lainya. Apalagi Nusa Penida pariwisata mengalami perkembangan drastis setidaknya tradisi ikut berperan.

” Keinginan kami kepada mahasiswa agar mampu membangkitkan potensi tradisi unik menumbuhkn kembali nilai kebanggan masyarakat Nusa Penida, ” tuturnya.

Camat Nusa Penida I Gusti Agung Geds Mahajaya menyampaikan apresiasi kepada ISI Denpasar yang mau membantu masyarakat Nusa Penida dalam hal seni. Banyak tradisi unik yang belum dimunculkan melalui KKN ini mudah potensi besar ini bangkit kembali.

Sementara pembukaan KKN secara resmi dibuka oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pertengahan Juli mendatang. (SB-sjd)

Comments

comments