Tradisi, Pemujaan dan Pemuliaan Kesetaraan Gender

15
SULUH BALI, Karangasem – Ada yang unik dalam tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Pakraman Ipah, Desa Dinas Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem merayakan hari suci Galungan yakni dengan menunjukan pemuliaan kesetaraan gender.
Pada upacara ‘ngebekang’ yang artinya persembahyangan yang dilakukan oleh semua krama desa baik anak-anak, tua, muda secara bersama-sama diadakan di pura puseh sekitar pukul 13.00 WITA waktu setempat, Rabu (1/11/2017).
Pertama, pemangku desa mulai melakukan pemujaan hari suci Galungan yang dipusatkan di utamaning mandala (jeroan) pura Puseh. Setelah selesai, maka krama pemedek yang hadir seluruhnya mengikuti persembahyangan bersama.
Usai persembahyangan bersama dilakukan, kemudian krama lanang (laki-laki) segera mengambil tempat mendekati istrinya masing-masing. Mereka mengikuti istrinya yang sedang mencari gebogan yang telah di taruhnya di pelinggih dan diberikan kepada para suaminya.
Momen ini pun memperlihatkan bagiamana sang istri menaruhkan gebogan yang disuun oleh sang suami. Tidak ada rasa malu dari suami dan menaruhnya di kepala untuk mengikuti prosesi tradisi.
Tidak hanya nyuwun, para krama laki-laki juga berkeliling dengan nyuwun gebogan mengelilingi areal utamaning mandala Pura Puseh sebanyak tiga kali putaran. Setelah selesai tiga kali putaran dilanjutkan dengan tiga kali putaran di jaba sisi dengan mengelilingi Bale Agung dan menaruhnya hingga selesai di Bale Agung.
Tradisi ini bahkan memiliki ketentuan, misalnya harus ada sate dan berikut sarananya serta krama dihitung oleh saya (petugas pengayah di pura) dan jika ada krama lanang yang tidak mengikuti maka akan dikenai danda atau dedosan. (SB*)

Comments

comments