Tolak Reklamasi Teluk Benoa | Ribuan Massa Kelilingi Bundaran Taman Ngurah Rai Tuban

1231
Aksi massa tolak reklamasi yang terpantau oleh CCTV ATCS Dishub Bali sekitar pukul 15.00 wita, Minggu (20/3/2016).

SULUHBALI, Mangupura — Ribuan massa yang tergabung dalam Pasubayan Desa Pekraman Adat Bali tolak reklamasi Teluk Benoa, Minggu siang (20/3/2016) berkumpul di Kelan, Tuban. Sekitar pukul 14.00 wita, massa yang hampir semua mengenakan busana adat ringan dengan kaos bertuliskan Tolak Reklamasi Teluk Benoa itu bergerak berjalan kaki ke arah utara. Menuju bundaran Taman Ngurah Rai (pintu Tol Bali Mandara). Dalam aksi ini juga disertai atraksi mengusung beberapa ogoh-ogoh.

Dalam orasinya dari atas mobil pickup, Wayan Gendo Suardana dari ForBALI selaku pelaksana mandate, dan koordinator aksi massa tak henti-henti menyerukan untuk menghentikan rencana reklamasi di kawasan suci Teluk Benoa. Sekaligus permintaan kepada Presiden Jokowi agar mencabut Perpres No 51 Tahun 2014.

Aksi massa dikawal dengan ketat oleh aparat keamanan. Nampak Kapolresta Denpasar, Kombes. Pol. A.A. Sudana turun langsung berada di tengah-tengah massa, memimpin pengamanan sambil sigap mengatur kelancaran arus kendaraan dari jalan tol menuju Bandar Udara Internasional Ngurah Rai. Maupun arus kendaraan yang melewati bypass ke arah Nusa Dua dan Kuta.

Karena jalan di seputaran bundaranTaman Ngurah Rai, Tuban itu merupakan jalur yang sangat padat, aksi massa dihimbau hanya berhenti sebentar. Kemudian massa juga hanya diberikan kesempatan mengelilingi bundaran Taman Ngurah Rai tersebut hanya sekali. Orasi pun dilakukan sambil tetap jalan mengelilingi bundaran.

Massa tolak Reklamasi membawa ogoh-ogoh. (foto rka).
Massa tolak Reklamasi membawa ogoh-ogoh. (foto rka).

Bahkan ketika mobil pickup yang membawa Gendo Suardana dan kawan kawan, sempat berhenti di sekitar bundaran Taman Ngurah Rai, di jalur keluar pintu tol, Kapolresta Denpasar yang kebetulan berada di dekat mobil tersebut, langsung berteriak. “He..jangan berhenti, jangan berhenti ! Jalan terus…!” teriak Agung Sudana dengan suara keras berkali-kali.

Mobil pickup yang juga membawa sound system tersebut akhirnya menuruti, dengan terus bergerak ke arah selatan, kembali menuju ke Kelan, Tuban. Aksi damai menolak reklamasi Teluk Benoa tersebut berakhir pukul 15.30 wita. Namun massa yang masih tetap berada di dalam Taman Ngurah Rai, dihampiri oleh aparat keamanan agar segera meninggalkan lokasi.

Taman Ngurah Rai ini terletak tidak jauh dari pintu Tol Bali Mandara dan Bandara Ngurah Rai.

Aksi massa ini juga sempat terpantau oleh camera CCTV oleh ATCS Dishub Bali, MINGGU, 20 MARET 2016 pukul 14:56 wita. Tertulis himbauan, “kondisi arus lalu lintas di simpang PATUNG NGURAH RAI terpantauPADAT MERAYAP.MOHON MENCARI JALAN ALTERNATIVE LAEN KARENA ADA UNJUK RASA,BALI TOLAK REKLAMASI,TERIMA KASIH.”

Usai memimpin pengamanan terhadap aksi massa tersebut, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol A A Sudana masih juga tidak beranjak dari lokasi. Ia bahkan tetap bersama pasukannya sambil mengatur kelancaran lalu-lintas yang sempat macet itu. “Ini disini ini kan obyek vital. Saya sudah turun sejak pagi. Bahkan sudah sejak dari 3 hari yang lalu kita antisipasi. Ya yang penting berjalan aman dan lancar. Mohon juga dukungannya,” katanya sambil menyebut sekitar seribu personil aparat keamanan yang diterjunkan untuk mengamankan aksi massa saat itu. (SB-Rk).

 

Comments

comments