Tiru Jepang, Bali Harus Modern Tanpa Tinggalkan Budaya dan Agama

74

Mangku Pastika bersama Naotaka Ando. |foto-hum|

SULUHBALI.CO, Denpasar – Masyarakat Bali harus bisa mengadopsi budaya Jepang, yang pekerja keras, ulet dan  disiplin namun tetap berbudaya. Masyarakat Balipun harus  bisa  lebih  sejahtera, maju dan modern seperti masyarakat Jepang, tetapi tetap dengan tidak meninggalkan budaya dan tradisi yang dimiliki , serta Agama Hindu yang menjadi dasar setiap tingkah laku kehidupan krama  Bali. Hal itu disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada saat menerima audiensi rombongan dari Bali Japan Paradise yang dipimpin oleh direkturnya Naotaka Ando, di ruang kerjanya, Selasa (22/4). Lebih lanjut menurut Pastika masyarakat Bali selama ini selalu berada di suasana menyenangkan, serba santai dan serba mudah, karena alam Bali sangat mendukung hal itu. Pastika khawatir jika sifat  ini dipertahankan maka suatu saat Bali akan dikuasai oleh orang luar.

Pastika mengenang kembali pada saat bencana terorisme menimpa Bali 2002, ratusan pendeta Shinto Jepang datang ke Bali dan melakukan doa untuk keselamatan masyarakat Bali, begitu juga ketika Jepang mendapat bencana tsunami, para Sulinggih di Bali juga melakukan doa bersama untuk keselamatan masyarakat Jepang. Di setiap event pesta Kesenian Bali, kontingen dari Jepang tidak pernah absen dalam parade budaya. “Hendaknya hubungan itu selalu tetap dijaga dan dikembangkan lagi kekerjasama-kerjasama di bidang lain yang menguntungkan kedua belah pihak,” pungkas Pastika.

Bali Japan Paradise adalah sebuah organisasi lembaga swadaya masyarakat (LSM)  yang konsen bergerak dalam bidang pembangunan industri, pendidikan, pelayanan kesehatan, akomodasi pariwisata dan olah raga yang ada di Bali. Organisasi yang berbasis di negeri sakura ini memiliki tujuan melindungi alam lingkungan Bali dengan menerapkan teknologi, pengetahuan dan sumber daya dari Jepang. Direktur JP,  Naotaka Ando, berjanji akan mempromosikan keindahan alam dan budaya Bali, Airport Ngurah Rai yang baru untuk menarik lebih banyak wisatawan Jepang berkunjung ke Bali.  Pada kedatangannya kali ini, Naokata juga mengajak penulis yang berencana menulis tentang Bali dalam sebuah buku, agar nantinya bisa menyebarluaskan informasi dan pengetahuan tentang pulau dewata lebih awal kepada  masyarakat Jepang yang ingin berkunjung ke Bali. (SB-hum)

Comments

comments

Comments are closed.