Tirta Empul tak Pernah Sepi Pengunjung

347
Situasi saat Pelaksanaan Persembahyangan

SULUHBALI.CO, Gianyar —Minggu 4 agustus 2013 tepatnya pukul 01.00 siang, tempat melukat Tirta Empul di banjiri masyarakat Bali yang ingin merasakan air suci di pura ini.

Bertepatan dengan hari raya tertentu banyak orang melakukan persembahyangan dan melukat disini, sehingga antrean pun tak bisa dihindari. Tidak hanya pengunjung dari Bali, para tamu asing juga tak ragu-ragu bergabung diantara anteran panjang umat yg melukat.

Udara serta air yang dingin menambah serunya orang-orang berdesak-desakan di dalam kolam yang memiliki beberapa pancoran di dalam nya.

Dalam jejeran beberapa pancoran tersebut ada 2 pancoran yang diyakini masyarakat yang berkunjung kesana untuk tidak di minta “tunas” air nya karena tirta yang keluar dari pancoran tersebut adalah “tirta pengentas dan tirta pabersihan” yang air nya hanya di gunakan untuk upacara kematian.

Sebelum melakukan ritual pengelukatan umat biasanya menghaturkan sesaji dahulu seperti banten pejati maupun canang, setelah itu baru mulai memasuki kolam.

Suasana hari-hari biasa berbeda dengan hari rerahinan seperti kajang kliwon, purnama, dan tilem dimana hari rerahinan tersebut umat berdatangan seperti membanjiri tempat ini.

Suasana Pengunjung di Pura Tirta Empul
Suasana Pengunjung di Pura Tirta Empul

Selain kolam untuk melukat dipura yang terletak di Desa Manukaya, Tampaksiring ini juga terdapat kolam yg biasa orang menyebutnya “yeh kelebutan” yang merupakan sumber mata air yang berada di bagian utama pura ini.

Masyarakat atau turis asing yang memasuki pura ini diwajibkan mengenakan kain dan selendang, guna menjaga kesucian dan taksu pura, walaupun pura ini menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi kesucian pura tetap menjadi prioritas utama. (SB-Lika)

Comments

comments

Comments are closed.