Tipat Gong Dipercaya Sebagai Obat Gangguan Bicara pada Anak

3927
Tipat Gong. |foto-rk|

SULUH BALI – Sekaa gong biasanya sebelum menabuh tidak akan diperkenankan menabuh atau membunyikan perangkat gamelannya sebelum diupacarai oleh seorang pemangku. Sarana upacara yang digunakan itu dinamakan banten gong. Setelah perangakat gamelan gong diupacarai, disusul memberikan air suci (tirta) kepada semua sekaa gong barulah kegiatan menabuh bisa dimulai.

Banten gong biasanya berisi sarana seperti ketipat atau tipat biasa, daksina, tegen-tegenan dari bahan tebu, telur/taluh meguling dan tipat gong. Tipat gong ini bentuknya unik. Anyaman dibuat sedemikian rupa hingga bentuknya menyerupai gong. Oleh karenyanya banyak yang merasa kesulitan membuatnya, karena dianggap agak rumit.

Tipat gong inilah juga dipercaya bisa menyembuhkan gangguan bicara pada anak-anak. Sebagai obat terhadap anak-anak yang mengalami keterlambatan, gangguan, ketidakmampuan bicara maupun dalam mengucapkan sebuah kata. Yang sering juga disebut dengan “bace”.

Biasanya dengan cara nunas atau minta lungsuran tipat gong ini yang sebelumnya telah digunakan sebagai sarana upacara untuk gong. Kemudian isi tipat gong diberikan deangan cara dimakan oleh anak yang mengalami gangguan atau keterlambatan berbicara tersebut. Kepercayaan tersebut bahkan masih hidup pada masyarakat Bali hingga saat ini.

Selain memang banten gong ini juga diyakini mampu membangkitkan taksu suara/bunyi dan taksu bagi para sekaa gong saat menabuh gamelan. Taksu suara ini diyakini datang karena dituntun oleh Hyang Iswara, sebagai penguasa bunyi dan suara, hingga mampu menghasilkan suara yang bagus (metaksu). Itulah banten gong yang antara lain berisi tipat gong, dengan keyakinan dan kepercayaan yang mengiringinya. (SB-Rk)

Comments

comments