Tim Yustisi Ciduk 22 Pedagang

32

Tim Yustisi saat gelar sidak di Pasar Mentigi. |foto-sjd|

 

SULUH BALI, Klungkung – Pasar Mentigi salah satu denyut nadi masyarakat Nusa Penida.  Kondisi pasar makin parah ulah para pedagang yang berdagang di jalan serta di trotoar . Berjualan di jalan jauh lebih cepat laku ketimbang di dalam pasar. Apalagi pasar lagi renovasi. Pagi menjelang hiruk pikuk terlihat baik di dalam pasar maupun luar pasar, mecet menjadi rutinitas sehari-hari.  Tindakan yang dilakukan pedagang berjualan di jalanan maupun di trotoar sangat mengganggu arus lalu lintas apalagi jalan sempit ditambah sempit lagi.

Kasat Pol PP Kabupaten Klungkung Drs.  I Nyoman Sucitra saat sidak mengatakan banyak pedagang yang kedapatan berjualan di jalanan dan trotoar. Sesuai dengan Perda No 2 tahun 2014 tentang ketertiban umum tidak diperbolehkan berjualan di jalanan maupun di trotoar yang sangat mengagangu arus lalu lintas.  “ Dalam sidak kali ini, 22 pedagang diciduk ada yang diberikan pembinaan. Bagi yang membandel akan langsung ditindak untuk lebih lanjut, toh masing ngeyel , ya proses berlanjut ke pengadilan, “ ucapnya, Sabtu (01/11/2014).

Pedagang ikan banyak yang terjaring, selain itu juga dagang mainan serta perlengkapan upacara. Dia menghimbau kepada para pedagang agar mematuhi aturan. Tindak pidana ringan (tindapring) akan menjerat bila pedagang membandel.  Pembinaan tetap kami lakukan semasih dalam kewajaran, “ ujarnya.

Sehabis sidak di Pasar Mentigi Tim Yustisi bergerak ke Desa Toyapekeh dan sekitarnya. Satu persatu rumah kos diperiksa penduduk pendatang, namun hasilnya nihil. Sementara di Desa Batununggul penduduk pendatang hanya dari pekerja Cafe dan pedagang kaki lima, namun administasi kepundudukan lengkap. (SB-sjd)

Comments

comments

Comments are closed.