Tim Gegana Polda Bali Amankan Benda Mencurigakan Di Depan Kantor Gubernur Bali

0
1524
Gegana Polda Bali siap mengecek adanya benda mencurigakan di depan kantor Gubernur Bali (foto Rio).

SULUH BALI, DENPASAR – Tim Gegana Sat Brimob, Unit Satwa (K9) dan Patroli Direktorat Sabhara Polda Bali mengamankan sebuah benda mencurigakan yang ditemukan di Taman Bunga tepatnya di depan Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Selasa (15/5/2018) sekitar pukul 08. 15 Wita.

Kaden Gegana Sat Brimob Polda Bali, AKBP Dewa Gde Putra Sugawa kepada wartawan menjelaskan bahwa melihat benda yang mencurigakan tersebut pihaknya langsung melakukan pendalaman dan memeriksa dengan menggunakan X-Ray terhadap benda tersebut yang dibungkus menggunakan plastik hitam. Pemeriksaan dengan menggunakan X-Ray untuk mengetahui isi benda tersebut berbahaya atau tidak.

“Hasil X-Ray menyatakan bahwa barang tersebut aman dan bukan handak (bahan peledak). Setelah diurai, isinya adalah dua buah kardus bekas minuman,” ujarnya.

Menurutnya, setelah benda itu dinyatakan aman, aparat kepolisian melakukan sterilisasi di sekitar kantor Gubernur dengan menggunakan metal detector dan anjing pelacak. Hal ini dilakukan untuk mengecek dan memastikan kembali bahwa di sekitar TKP tidak ada lagi barang atau benda yang mencurigakan.

Dewa Gde Putra Sugawa menjelaskan, benda mencurigakan itu pertama kali ditemukan oleh seorang security bernama I Made Sudiarta yang pada saat itu sedang melakukan kontrol situasi. Kemudian penemuan itu dilaporkan kepada personel Subsatgas Pengamanan Kantor Gubernur Ops Mantap Praja Agung-2018, Brigadir I Gusti Ngurah Ambawa.

“Anggota Polri yang jaga di Kantor Gubernur melaporkan penemuan tersebut. Kemudian kita tindak lanjuti dengan mendatangi TKP,” ujarya.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Hengky Widjaja membenarkan adanya penemuan benda mencurigakan tersebut. Perwira melati tiga dipundak ini menyatakan situasi wilayah hukum Polda Bali masih tetap aman dan kondusif.

Terkait aksi teror yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur beberapa hari ini, Kabid Humas berharap kepada masyarakat Bali untuk membantu tugas Polri dengan cara ikut mengawasi kelompok atau orang disekitarnya. Apabila ada orang atau benda yang mencurigakan agar segera dilaporkan ke kantor polisi atau Bhabinkamtibmas.

“Masalah keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Polri dan rakyat harus bersatu untuk menjaga Pulau Dewata ini,” ujarnya.

 

Penjagaan Puspem Badung Diperketat

Sementara itu pasca peristiwa serangan bom beruntun di Surabaya yang dijuluki kota Pahlawan, pintu masuk Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung pada, Selasa (15/5) dijaga ketat oleh petugas security dan diperbantu oleh Satuan Polisi Pamong Praja.

Kasat Polisi Pamong Praja Kabupaten Badung, IGAK Suryanegara menjelaskan bahwa pengamanan di pintu masuk Puspem Badung sudah berlaku sejak kemarin. Hal ini, kata dia, sebagai pencegahan mengantisipasi adanya tindakan yang tidak diinginkan. “Kitakan tidak tahu ada yang dendam dengan kita,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler pada, Selasa (15/5) di Badung.

Menurutnya, pasca bom beruntun yang menyerang Surabaya sistem keamanan dan patroli di wilayah Badung ditingkatkan dengan penambahan personil. Badung yang diketahui sebagai pusat pariwisata maka pengamanan objek vital sangat diperlukan. 2 ribu personil Pol PP dikerahkan untuk melakukan pengamanan di setiap titik yang menjadi objek vital.

“Untuk di Kuta Selatan dan Kecamatan Kuta itu kita jaga 24 jam. Sedangkan untuk wilayah Kuta Utara tim kita (Pol PP hanya sampai jam 12 malam. Sementara untuk jam 12 sampai pagi itu Linmas yang jaga,” ujarnya.

Namun untuk Puspem Badung dikerahkan 60 orang personil Pol PP yang dibagi dalam tiga sif penjagaan yakni waktu pagi 20 orang, sore 20 orang, dan malam hari 20 orang.

Pantauan di lapangan, tampak sejumlah security sibuk melakukan pengecekan terhadap sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang masuk ke Puspem Badung. Menariknya, pengecekan ini hanya berlaku bagi kendaraan yang berplat hitam milik pengunjung. Sedangkan untuk kendaraan berplat merah dan pegawai itu luput dari pemeriksaan. Menanggapil hal tersebut Kasat Pol PP menjelaskan bahwa untuk pegawai hanya disuruh untuk menurunkan kaca mobil dan dan membukan penutup wajah.

Meski penjagaan pintu masuk Puspem Badung tidak seperti pintu masuk kantor pemerintahan lain yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian yang bersenjata lengkap, namun standar dan protap yang digunakan tetap menggunakan alat metal detektor dan pendeteksi bahan peledak lainnya.

Untuk setiap kendaraan roda empat yang masuk ke Puspem akan dicek menggunakan alat metal detektor dan dan pendeteksi bahan peledak. Hal yang sama juga berlaku bagi kendaraan roda dua. Sadel motor diperiksa dan tas bawaan pengunjung juga akan digeledah. (SB-rio)

 

Comments

comments