Tiga Warga Nusa Penida Menderita Lumpuh

34

Ni Nyoman Sariani.

SULUHBALI.CO, Klungkung – Beberapa warga Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida mengalami lumpuh. Salah satu diantaranya bernama Ni Nyoman Sariani (45). Sudah 7 tahun lamanya mengalami lumpuh.  Ditambah lagi kondisi ekonomi yang dialami keluarga ini kurang mampu.  Praktis hidupnya hanya bisa terbaring , untuk duduk saja perlu bantuan suaminya.  Anak-anaknya masih duduk di bangku SD.

Hanya mengandalkan JKBM untuk berobat tapi sayang kesembuhan belum berpihak.  Pernah opname di RS Klungkung namun keterbatasan ekonomi membuatnya pasrah, ungkap suaminya  Komang Suardika yang bertempat tinggal di Dusun Karang Sabtu (15/2/2014) .

“ Untuk biaya hidup sehari-hari saja susah apalagi untuk berobat. Hanya mengandalkan JKBM saja hasilnya belum bisa diharapkan,” ungkap Suardika yang sehari pekerjaan buruh.

Surdika berharap ada orang tersentuh hatinya untuk meringankan bebannya yang dialami, “ Saya ingin istri sembuh kembali seperti dulu lagi,” harap Suardika.

Kondisi memprihatinkan juga menimpa tetangga Suardika, seorang kakek  Wayan Dangin (70) yang mengalami kebutaan hampir 13 tahun lamanya. Bukan hanya itu saja, sesak nafas ditambah lagi kakinya bengkak.

lumpuh2
Wayan Dangin

Parahnya lagi, salah satu warga di Dusun Ampel juga mengalami lumpuh dari sejak kecil sampai sekarang, yakni NI Nyoman Lampis (82) yang belum pernah tersentuh penangan medis. Hanya bisa berunta-runta. Sungguh mecengangkan melihat tempat tinggalnya yang hanya sebuah gubuk kecil.

lumpuh1
NI Nyoman Lampis

Hal ini dibenarkan Kepala Dusun Ampel I Wayan Wikanta memang warganya ini mengalami kelumpuh dari sejak kecil hingga sekarang serta belum ditangani medis , “ ungkapnya.

Sementara tokoh masyarakat I Gede Putu Santiasa menyangkan kejadian seperti ini. “Seharusnya perangkat desa paling bawah yakni kepala dusun harusnya tanggap permasalahan ini.  Semua perangkat wilayah turun melihat warganya seperti ini agar diantisipasi , melapor ke dinas terkait agar cepat ditangani serta kemudian hari tidak terjadi lagi.”harapnya (SB-bon/sjd)

Comments

comments

Comments are closed.