Tiga Penjual “Mashroom” Divonis Hakim Berbeda-beda

184

SULUH BALI, Denpasar – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, menghukum tiga penjual narkoba jenis “mushroom” seberat 1.161 kilogram atau 1.160,963 gram dengan hukuman berbeda-beda.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim I Wayan Sukanila di Denpasar, Kamis itu, untuk terdakwa Muhazzim (31) dihukum selama lima tahun penjara, sedangkan Heriyanto (31) dan Suwito (53) masing-masing selama enam tahun penjara.

“Ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 111 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika jo Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar majelis hakim.

Selain menghukum ketiganya dengan hukuman penjara, hakim juga menjerat ketiga terdakwa dengan membayar denda Rp1 miliar subsider dua bulan kurungan penjara.

“Ketiga terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotika dengan melakukan pemufakat jahat tanpa hak dan melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman,” kata hakim.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Nunik Nurlaeli menuntut hukuman kepada terdakwa Muhazzim (31) dihukum selama enam tahun penjara. Sedangkan Heriyanto (31) dan Suwito (53) masing-masing selama tujuh tahun penjara.

Ketiganya juga dituntut masing-masing membayar denda Rp1 miliar subsider empat bulan.

Hal yang meringankan hukuman terdakwa menurut hakim karena para terdakwa belum pernah dihukum, mengakui perbuatannya dan mereka tidak mengetahui bahwa jamur kotoran sapi mengandung narkotika golongan I.

Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa memberikan citra negatif terhadap Bali dan dapat merusak generasi muda.

Mendengar putusan tersebut, terdakwa menyatakan menerima putusan hakim tersebut. Penangkapan ketiga terdakwa yang berawal dari informasi masyarakat bahwa ada peredaran jamur yang mengandung sediaan narkotika.

Berdasarkan informasi itu, tim Ditres Narkoba Polda Bali melakukan penyelidikan, pada 22 Oktober 2017 pukul 22.30 Wita di kamar kos Jalan Kubu Anyar, Gang Semangka, Kuta, Badung. Petugas berhasil mengamankan Muhazzim dan Heriyanto.

Setelah mengamankan dua terdakwa tersebut, petugas kemudian melakukan penggeledahan di kamar kos itu. Dari hasil penggeledahan ditemukan di dalam kulkas sebanyak 138 bungkus berisi jamur kotoran sapi dengan berat 1.160,963 gram netto.

Kemudian, petugas melakukan interogasi mengenai kepemilikan barang itu dan diperoleh keterangan dari dua terdakwa, bahwa yang memiliki dan menyewa kamar kos itu adalah terdakwa Suwito.

Keesokan harinya, petugas kembali mendatangi kos itu dan berhasil mengamankan terdakwa Suwito. Ketika diintrogasi terdakwa Suwito mengakui memiliki, mencari, mengemas, menyimpan dan menjual jamur itu.

Dalam dakwaan juga diungkap peran masing-masing terdakwa. Muhazzim hanya membantu Heriyanto dan Suwito menjualkan jamur itu. Sedangkan Heriyanto dan Suwito, berperan mencari jamur kotoran sapi sepanjang jalan di Kawasan Renon, Marlboro untuk selanjutnya dikemas dalam plastik kecil-kecil dan disimpan di dalam kulkas.

Para terdakwa mengakui, mushroom dijual ke pembeli yang datang ke kamar kos itu dengan harga bervariasi. Apabila musim hujan dijual Rp5 ribu per plastik. Jika musim kemarau, terdakwa menjual dengan harga Rp20 ribu per plastik. (SB-ant)

Comments

comments