Tiga Bulan Kran Umum Macet, Warga Desa Tanglad Alami Krisis Air

94

SULUH BALI, Nusa Penida – Warga desa Tanglad, kecamatan Nusa Penida mulai resah akan musim panas tiba. Keresahan warga Desa Tanglad bukan tanpa alasan, ketika musim panas acapkali masalah yang timbul di Desa ini adalah masalah air bersih.

Walaupun sudah adanya bantuan air  bersih yang diambil dari mata air Peguyangan (nama sumber mata air di Kecamatan Nusa Penida). Akan tetapi air yang disalurkan melalui kran umum tidak selalu hidup.

Salah satu warga I Nyoman Pranata atau yang akarab dipanggil Pak Nyoman Cartya membenarkan bahwa kran umum yang dipasang di Desa Tanglad dan sekitarnya jarang hidup.

Beliau yang dihubungi wartawan suluhbali.co lewat telpon selasa, 30-06-2015 mengatakan bahkan kran air tersebut sudah hampir 3 bulan tidak hidup. Ini dikhawatirkan akan mengakibatkan krisis air bersih di wilayah Desa Tanglad dan sekitarnya.

“Walaupun setiap pekarangan sudah punya cubang (sumur penampungan air hujan) tapi kan sudah habis karena dipakai terus, apalagi itu hanya menampung air hujan, kalau tidak ada hujan cubangnya juga tidak isi” terang bapak yang berprofesi menjadi guru olahraga ini.

Pengakuan beliau juga dibenarkan oleh beberapa warga di Desa tersebut.

Memang salah satu permasalahan yang ada di Desa-desa  perbukitan salah satunya Desa Tanglad yaitu jalan dan juga air bersih. Masyarakat diperbukitan di wilayah Nusa Penida hanya mengandalkan air tadah hujan yang ditampung dengan cubang.

Warga Tanglad mengharapkan dan meminta kepada instansi terkait agar secepatnya mengambil tindakan agar air kran yang dipasang di beberapa titik di Desa Tanglad segera hidup kembali, karena semenjak dipasangnya kran tersebut, warga berharap besar agar masalah air bersih yang datang disetiap musim panas cepat ada solusinya. (SB-putra)

 

Comments

comments