Tidak Ada Penundaan | Proses Perekrutan RS Bali Mandara Berlanjut

180
jumpa pers pansel RS Bali Mandara (foto rk).

SULUH BALI, DENPASAR – Ketua panitia seleksi (pansel) perekrutan tenaga kontrak Rumah Sakit Bali Mandara, Tjokorda Ngurah Pemayun menegaskan tidak ada masalah dalam proses perekrutan dan pada saat menjalankan ujian atau test bagi peserta yang telah melamar.

Menurutnya, isu yang beredar selama ini yang mengatakan penitia curang dalam proses perekrutan justru dianggapnya sebagai opini yang sengaja digiring oleh oknum tertentu. Karena hingga saat ini panitia seleksi bekerja sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.

Ia menambahkan, terkait dengan adanya peserta yang tidak lolos itu karena nilai wawancaranya rendah sementara pada tes CAT memiliki nilai tinggi. Meskipun tes CATnya mendapatkan nilai tinggi tetapi tidak menjamin peserta tersebut lolos pada tes wawancara. Nilai yang diberikan oleh panitia itu berdasarkan akumulasi dan bukan hanya pada tes CAT dan tes wawancara.

Tjokorda Ngurah Pemayun membantah dengan keras terkait dengan pernyataan peserta yang mengadu bahwa pada tes wawancara hanya dalam durasi waktu 2 menit. “Itu tidak benar ya, bagaimana kita wawancara kok cuman waktu 2 menit. Saya rasa itu opini yang sengaja digiring.

Karena pada saat wawancara, panitia memegang CV yang bersangkutan dan menanyakan identitas yang bersangkutan. Tujuannya untuk menyamakan nama yang ada di CV dan nama peserta yang sedang dites. Dan tidak mungkin waktu cuman 2 menit. Minimal ya 10 sampai 15 menit,” ujar Sekda Pemprov Bali ini saat memberikan keterangan kepada wartawan pada, Rabu (19/4) di Denpasar.

Sementara itu, terkait dengan desakan DPRD Bali yang meminta eksekutif dan pansel untuk menunda sementara proses perekrutan langsung dibantah oleh Tjokorda Ngurah Pemayun. “Tanggapan saya, kami tidak melakukan penundaan karena kami punya schedule. Setelah ini akan ada test kesehatan. Kami tidak bermaksud berseberangan (pendapat) dengan dewan (DPRD Bali). Tidak ada hal yang mendasar untuk menunda kami punya jadwal,” ujarnya.

Menurutnya penundaan sebagaimana yang diminta oleh DPRD bali, hal tersebut menurutnya tidak mendasar. Apalagi pihaknya dikejar waktu. Karena pada bulan Mei mendatang RS Bali Mandara akan menggelar soft opening dan pada bulan Agustus akan menggelar grand opening.  “Kami siap dikritik, karena kami panitia juga pasti memiliki kekurangan,” ujarnya.

Sekda Pemprov Bali juga membantah jika masalah ini mencuat, karena orang titipan atau jatah dari masing masing anggota dewan tidak lolos dalam perekrutan.  “Tidak ada titip menitip sama sekali, ga ada itu,” ujarnya. Menurutnya, meskipun ada titipan dari masing masing anggota dewan itu tidak menjadi maslah. Tetapi peserta tersebut harus memenuhi standar. Kalau tidak memenuhi standar sudah tentu tidak lolos. “Saya ada 3 keponakan yang ikut test, tapi semuanya tidal lolos karena mereka kalah diwawancara. Test CAT nya tinggi,” ujarnya.

Pihaknya pun dengan tegas menolak seruan dewan untuk menunda. Bahkan ia menolak jika dewan meminta supaya proses perekrutan ini diulang lagi. “Sekali lagi saya sampaikan, lanjut tidak ada proses ulang. Karena akan ada risiko yang jauh lebih besar kalau ini (proses) ditunda. Mending saya mengambil risiko yang kecil,” ujarnya.

Menurutnya, anggota dewan seharusnya berkoordinasi dengan pansel ketika ada keluhan dari perserta test yang tidak lolos untuk dilakukan krosceck terkait dengan aduan tersebut. Anggota dewan jangan menyerap begitu saja setiap aduan karena panitia yang lebih tahu dan berpengalaman.  (SB-Rio)  

 

Comments

comments