Anggota Brimob melintas di depan markas Brimob Kelapa Dua (foto net).

SULUH BALI, Jakarta — Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan Rumah Tahan Negara (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, sampai Rabu sore masih dikuasai narapidana/tahanan teroris serta masih ada polisi yang disandera.

Selain itu 165 tahanan teroris masih menguasai sekitar 30 senjata api yang sebagian besar laras panjang dan 300 amunisi. Sementara polisi belum berhasil memutus komunikasi para tahanan teroris dengan jaringan mereka di luar dan sangat disayangkan kenapa para tahanan teroris itu bisa memiliki telepon seluler selama di tahanan, kata Neta S Pane, Ketua Presidiun Indonesia Police Watch melalui siaran persnya di Jakarta, Rabu (9/5/2018) malam.

Dengan kondisi demikian, kata dia, IPW khawatir jika kepolisian bertindak gegabah para tahanan teroris tersebut akan kembali menghabisi polisi yang menjadi sandera dan kemudian melakukan serangan bunuh diri.

Karena itu, IPW berharap kepolisian bisa bertindak profesional agar anggotanya tidak kembali menjadi korban keberutalan teroris. Jika polisi kembali tewas dalam peristiwa kekacauan di Rutan Brimob, para teroris merasa akan mendapat kemenangan besar. Inilah yang harus dicegah kepolisian.

“Sangat ironis tentunya, di saat Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) sedang berada di Jordania membuka pameran dan bicara tentang keberhasilan Indonesia tentang memberantas terorisme justru Rutan Brimob tempat teroris ditahan dikacaukan dan para teroris berhasil membunuh lima polisi,” katanya.

Kasus kekacauan di Rutan Brimob yang mengakibatkan lima polisi tewas adalah tamparan keras buat Brimob, Densus 88 dan Polri karena peristiwa tragis ini terjadi di markas pasukan elit kepolisian.

IPW menyayangkan, kenapa Polri begitu lamban dalam mengungkapkan secara transparan kerusuhan di Rutan Brimob, terutama tentang tewasnya lima polisi.

“Kelimanya sudah tewas sejak Rabu pukul 01.00 WIB dinihari tapi baru diumumkan pada pukul 16.00 WIB dan sebelumnya kepolisian selalu mengatakan tidak ada korban tewas dalam kekacauan itu. Sikap polisi yang tidak transparan ini sangat aneh,” katanya. (SB-ant)

Comments

comments