Rapat persiapan Pesta Kesenian Bali ke 38 di ruang rapat Gubernur. |foto-humprov|

SULUH BALI, Denpasar – Made Mangku Pastika berharap PKB ke 38 tahun ini bisa berbeda dengan PKB sebelumnya. Hal itu menurutnya penting untuk menepis anggapan banyak pihak akan penyelenggaraan PKB yang  masih monoton. Hal itu disampaikannya dalam rapat persiapan Pesta Kesenian Bali ke 38 di ruang rapat Gubernur, Kamis (15/4). Dalam kesempatan itu, Pastika tidak menampik  pergelaran PKB masih terlihat monoton, padahal sudah dibedakan dengan berlangsungnya dua pergelaran seni lainnya yaitu Bali Mandara Mahalango dan Bali Mandara Nawanatya. “Dua pergelaran itu menjadikan PKB beda, karena sekarang PKB difokuskan untuk pergelaran seni klasik,” jelasnya.

Pastika juga menambahkan, setiap acara baik parade, pawai dan lomba di PKB harus mencerminkan tema yang diusung. “Kita sudah punya tema besar tahun 2016-2020, dan tema PKB tahun ini, jadi fokuskan pagelaran dan pameran seni sesuai dengan tema itu,” tegasnya. Orang nomor satu di Bali ini juga meminta panitia untuk menghadirkan kesenian yang bermutu tinggi dalam ajang tahunan tersebut. Di sinilah menurutnya pentingnya peranan kurator dalam memilah kesenian beserta pameran yang akan ditampilkan. “Kita perhatikan Government policy dan government price. Semua harus mengacu itu, jadi jika ada peserta pameran tidak mengikuti, kita coret gantikan dengan yang lain. Kita harus tegas,” bebernya. Selain menjaga mutu barang pameran, Pastika juga menekankan pentingnya keamanan selama PKB. Dia menekankan aparat harus bisa mencegah pencopetan serta jangan sampai kalah dengan preman.

Sementara itu terkait pawai, Pastika menginginkan agar peserta membatasi jumlah anggotanya yang tampil. Hal itu diharapkan bisa memotong durasi pawai. “Semisal satu kabupaten yang mengikuti pawai pakaian tradisional atau gebogan, tidak usah sampai berpuluh-puluh orang, lima orang cukup, supaya antrean tidak banyak.

Bisa juga kabupaten A menampilkan pakaian ke Pura kabupaten B menampilkan pakaian pernikahan. Jadi tidak semua kabupaten menampilkan parade busana yang sama,” bebernya. Menurutnya, langkah panitia dengan membatasi jumlah partisipan luar daerah untuk memotong durasi pawai kurang tepat. Karena, ajang PKB selain untuk penggalian kesenian, juga merupakan media promosi wisata kita ke luar.

“Kita kasi kesempatan mereka untuk unjuk kesenian di sini sekaligus jaga hubungan baik. Ini salah satu cara promosi pariwisata juga,” imbuhnya. Selanjutnya, Pastika juga berharap ke depan kesenian Bali bisa lebih berkembang, bukan hanya secara kuantitas namun juga secara kualitas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Dewa Berata selaku ketua panitia PKB memaparkan beberapa persiapan yang sudah dilakukan sejauh ini. Tema besar PKB untuk lima tahun ke depan adalah Wetuning Bhuana atau menjaga sinergitas dan keseimbangan semesta. Sementara tema untuk tahun ini adalah Karang Awak yaitu cinta akan tanah kelahiran, dan tema-tema ke depan tidak lepas dari tema besar tersebut. Sementara untuk PKB sendiri akan diselenggarakan dari tanggal 11 juni sampai 9 juli mendatang.

Dalam acara yang berlangsung selama sebulan itu, akan menghadirkan sekitar 275 acra yang terdiri dari parade, lomba dan workshop diikuti oleh sembilan kabupaten kota serta sekitar lima sekaa sanggar. Selain itu juga akan dimeriahkan oleh partisipan dari dalam negeri dan luar negeri. Sama seperti PKB sebelumnya, pembukaan akan dimeriahkan oleh oratorium dari ISI Denpasar, sedangkan untuk penutupan akan diisi oleh sendratari dari SMK N III, Sikawati.

PKB memang lebih memfokuskan akan kesenian klasik dan kesenian rekonstruksi. “Tahun ini pemprov menggelar tiga acara kesenian besar yaitu PKB dengan komposisi 60% kesenian klasik, 20% populer, 20% kontemporer, Bali Mandara Mahalango menampilkan 60% populer, 20% klasik, 20% kontemporer dan Bali Mandara Nawanatya akan menghadirkan 60% konremporer, 205 klasik dan 20% populer,” bebernya.

Untuk pameran kerajinan di PKB, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov Bali, Ni Wayan Kusumawati, menyampaikan bahwa dalam PKB ini akan menyediakan 159 stan. Para peserta diharapkan mendaftar di Disperindag kabupaten kota.

Peserta juga ditekankan menampilkan produk asli Bali dengan mutu yang terjamin. Kusumawati menambahkan akan mengutamakan bagi pengerajin menengah ke bawah untuk unjuk di PKB. Selain itu, pengerajin binaan dari Program Gerbangsadu juga akan mendapatkan prioritas sepanjang semua persyaratan sudah terpenuhi. (SB-humprov)

Comments

comments