Terkait SUTET, Lagi-lagi Warga Celukan Bawang Demo

236

Aksi demo damai warga di PLTU Celukan Bawang. |foto-TY|

SULUHBALI.CO, Singaraja — Warga Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng yang wilayahnya di lintasi kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) lag-lagi menggelar aksi demoi, Senin (22/09).

Mereka menggelar aksi demo damai, menyusul kabar bahwa pihak Perushaan Listrik Negara (PLN) ngotot akan membentangkan kabel diatas pemukiman warga.

Sejak pukul 08.00 wita massa telah berkumpul untuk menghentikan paksa jika kabel tersebut tetap di pasang. Mereka bergerak menuju titik nol tower yang berada di areal PLTU Celukan Bawang.

Melihat massa datang, pihak kontraktor sebagai pelaksana pengerjaan jaringan kabel SUTET itu langsung menghentikan kegiatannya dan memilih untuk menyingkir dari tempat itu. Aparat Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang dipimpin Kapolsek AKP Burhanuddin tampak mengawal ekstra ketat aksi warga itu.

Menurut Korlap aksi bernama Sadli, kendati pihak pelaksana pekerjaan menghentikan kegiatannya, namun warga akan membangun posko di tempat itu untuk memantau agar tidak kecolongan. ”Kami jaga tempat ini jangan sampai kecolongan,” ujar Sadeli.

Menurutnya, sejak awal dilakukan sosialisasi oleh PLN, warga sudah mengingatkan untuk tidak membentangkan kabel bertegangan tinggi diatas pemukiman warga. Namun permintaan warga itu tidak mendapat respon. ”Buktinya mereka memaksakan melintasi pemukiman kami. Padahal dari tiga kali sosialisasi kami menolaknya.” ujarnya kesal.

Tak hanya itu, Sadli pun mengaku sudah menutup pintu dialog maupun negosiasi soal pemasangan SUTET tersebut. “Penolakan kami sudah harga mati.Tidak ada lagi negosiasi. Jika PLN masih ngotot, kami akan turun dengan massa yang lebih besar, termasuk kami kerahkan perempuan dan anak-anak. Ini agar mereka (PLN) tahu, bahwa kami serius menolak SUTET itu,” tandasnya.

Untuk diketahui, PLN Distribusi Bali bermaksud membangun jaringan kabel udara dari PLTU Celukan Bawang ke kabel koneksi milik PLN sendiri. Rencananya kabel udara tersebut akan melintasi pemukiman warga Dusun Pungkukan yang dihuni sekitar 900-an jiwa lebih. Perkampungan tersebut merupakan kawasan relokasi setelah warga tergusur dari lokasi megaprojek PLTU Celukan Bawang. Sayang, ditempat itu kembali mereka dihadapkan masalah, padahal di pemukiman baru itu mereka telah membangun infrastruktur, seperti pemukiman, jalan, sekolah dan bahkan tempat ibadah. (SB~TY)

Comments

comments