Terkait Perselisihan antara Pecalang dan Seorang Warga di Denpasar | Sudah Damai

3394
Damai - Foto bersama setelah pernyataan pers, Antara lain, Ketua MUI Bali HM. Taufik As'adi S. Ag, Kapolresta Denpasar Kombes.Pol.Hadi Purnomo, Dandim Badung Letkol CZI Leo Pola Ardiasah, Ketua Sandi Murti I Gst Ngurah Harta, Ketua Pecalang Denpasar I Made Mudra dan Putu Abdullah, Kamis (30 Maret 2017). (foto Arif, Sandhi Murti)

SULUH BALI, Denpasar — Terkait adanya masalah saat Nyepi, Selasa 28 Maret 2017, semua pihak  tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Hal ini disampaikan Ketua MUI Bali HM. Taufik As’adi S. Ag saat jumpa pers bersama yang di RM Bebek Goreng  H. Selamet, Denpasar, Kamis (30/3/2017) malam.

Jumpa Pers ini juga dihadiri ,  Kapolresta Denpasar Kombes.Pol.Hadi Purnomo, Dandim Badung Letkol CZI Leo Pola Ardiasah, Ketua Sandi Murti I Gst Ngurah Harta, Sekretaris MUI Bali Abdul Kadir Majarumah,SH, Ketua Pecalang Denpasar I Made Mudra, , Kepala Desa Pemecutan Kelod, H.Oktan Hidayah dari MUI Bali.( Ketua Komisi Dakwah Pendidikan dan Pengkaderan Ulama ), Huda dan Gus Yadi dari PBNU Bali, dan Putu Abdullah yang terlibat saling pukul dengan pecalang.

“Maka dari itu para tetua hadir disini mencairkan suasana untuk ketentraman kita bersama, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali,” ujar Taufik di Kamis tanggal 30 Maret 2017 Pukul 21.00 wita bertempat di RM Bebek Goreng  H. Selamet Jl.  Mahendradata no 78 Denpasar.

Pembacaan pernyataan sikap yang dibaca oleh Sekretris MUI Bali An H.  Abdul Kadir Makaramah. SH. MH pada intinya, Pada intinya insiden saling pukul yang terjadi di Jalan Kelimutu, Desa.Pemecutan Kelod Denpasar Barat seharusnya tidak perlu terjadi jika semua umat bisa mengendalikan diri dan saling menghormati tradisi sesuai dengan koridor hukum dan etika yang berlaku.

MUI Bai berterimakasih kepada aparat Polsek Denpasar Barat,Babinsa, Kades Pemecutan Kelod dan para tokoh Umat yang telah merespon dengan cepat persoalaan ini sehingga bisa segera diselesaikan dengan perdamaian antar kedua belah pihak.

Bali yg dikenal sebagai pulau toleransi dalam kehidupan beragama agar tetap dijaga, dengan menghindarkan perbuatan dan sikap yang bisa merusak keharmonisan. Juga dengan membangun prinsip prinsip saling memahami bersama antar umat beragama dan komunikasi yang intensif antar pemuka agama.

Terkait dengan tulisan yang beredar di media sosial yang mencantumkan MUI Bali. Maka disampaikan bahwa MUI Bali sebagai lembaga, menyatakan tidak pernah membuat statemen tersebut.

MUI Bali menghimbau kepada seluruh media baik media cetak, elektronik dan online untuk tidak memberitakan dan menuliskan berita yang menjadikan kondisi semakin keruh. “Mari kita jaga dan pelihara keharmonisan umat beragama. Kami berharap prinsip jurnalistik yang jujur adil dan obyektif tetap dikedepankan demi menjaga kerukunan umat beragama di Bali.”

Pada kesempatan tersebut, Kapolresta Denpasar Kombes.Pol.Hadi Purnomo berjanji akan menindaklanjuti proses hukum terkait berita di media sosial sesuai dengan UU ITE dan memerintahkan kepada anggota yang menangani untuk memproses dengan cepat.

Sedangkan terkait masalah Putu Abdullah dengan pecalang, MUI Bali berharap bisa diselesaikan secara kekeluargaan, “Saya menghimbau masyarakat agar jangan sampai terhasut dengan berita di Media Sosial yang belum tentu kebenarannya.”

Begitu juga, Dandim Badung Letkol CZI Leo Pola Ardiasah,  yang pada intinya menyampaikan bahwa untuk semua pihak menyikapi perkembangan yang terjadi di media sosial terkait dengan kejadian di hari Nyepi dengan arif dan bijaksana. “Selama ini situasi sudah kondusif karena selama ini pemuka agama sudah bisa menjaga kedamian. Mari kita jaga serta saling hormat menghormati untuk menjaga kenyaman keharmonisan umat beragama di Bali.”

Pada kesempatan itu Ketua Pecalang Krama Denpasar I Md Mudra menegaskan di Bali tidak ada yang melarang sembahyang, namun kalau dekat silakan jalan kaki  sesuai dengan kesepakatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali. Sedangkan untuk hal yang emergency di Denpasar, pemerintah kota sudah menyiapkan 8 ambulans yang stand by di posnya masing masing.

Sementara itu Putu Abdullah menyatakan menerima perdamaian terkait kasus  Nyepi. Dia berharap terjadinya kesalahpahaman sebelumnya tidak terus berlanjut. (SB-wan)

 

Comments

comments