Terkait Mutasi di Denpasar, Pastika | “Memalsukan Surat, Menurut Saya Itu Pidana”

371
Mangku Pastika saat simakrama di Desa Petang, Badung. |foto-rk|

SULUH BALI, Badung – Saat simakrama di wantilan Pura Puseh, Desa Petang, Badung, Sabtu (5/12), Made Mangku Pastika memaparkan terkait masalah mutasi di lingkungan pemerintah kota Denpasar. “Masalah mutasi di Denpasar, memang seringkali informasi yang sampai seringkali tidak utuh. Memang ada sedikit maslah disana. Sesungguhnya bukan hanya 2 itu yang jadi tidak jadi. Semuanya, karena produknya kan SK itu. Di dalam SK itu ada 8. Sedangkan SK nya nggak bener,” ungkapnya. Hal tersebut ia sampaikan menjawab pertanyaan salah seorang warga peserta simakrama terkait polemik dan ramainya pemberitaan di media terkait mutasi pejabat di pemerintah kota Denpasar.

“Jadi harusnya ke 8 nya itu. Bukan Cuma 2, harusnya semuanya. Sekarang ada surat, ini SK, yang SK ini dibuat tidak sesuai dengan rujukannya. Tapi nggak tahu isinya. Apa artinya itu ? Dari segi hukum ini memalsukan surat namanya. Kebetulan saya mantan penyidik. Ini pasalnya 263 KUHP, bukan TUN (Tata Usaha Negara) saudara-saudara, bukan,” sambung mantan kapolda Bali ini.

Kemudian ia jelaskan juga kalau salah tanggal, salah nama, itu bisa TUN (Tata Usaha Negara). “Tapi kalau ini tidak. Dengan sengaja membuat suatu surat yang isinya nggak benar. Menurut saya, sebenarnya ini pidana. Tapi mungkin namanya hukum, banyak tafsiran. Tetapi bahwa sesungguhnya pejabat walikota itu tidak memutasi orang. Hanya mengembalikan kepada posisi awal. Seharusnya semuanya, 8 bukan 6. Karena suratnya ini tidak sah. SK itu tidak sah. Jadi semua orang yang diangkat berdasarkan SK itu menjadi tidak sah. Kan begitu, logika hukumnya begitu. Jadi tidak sah semuanya. Seharusnya,” ungkapnya di depan warga yang memadati wantilan Pura Puseh, Desa Petang itu.

Simakrama Gubernur Bali Made Mangkus Pastika dan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta beserta jajaran, serta para SKPD di lingkungan provinsi Bali, juga dihadiri wakil ketua DPRD Bali yang juga mantan bupati Badung IGB Alit Putra, Penjabat Bupati Badung Nyoman Harry Yudha Saka, tokoh-tokoh masyarakat dan undangan. Simakrama yang berakhir pukul 12.00 wita, dilanjutkan dengan melakukan kunjungan kepada warga seperti kelompok Simantri, warga yang memperoleh bedah rumah maupun program Bali Mandara lainnya. Dilanjutkan melakukan persembahyangan di Pura Pucak Mangu, dan diakhiri dengan menginap di lingkungan warga di Desa Plaga. (SB-Rk)

Comments

comments