Terkait Limbah | Pemkab Badung Akan Tindak Tegas 1000 Pelanggar

154
Drs. I Putu Eka Merthawan, M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan (DLHK), Pemkab Badung (foto dims)

SULUH BALI, Denpasar – Limbah menjadi masalah terbesar yang dihadapi dunia pariwisata kabupaten Badung. Bahkan terkait dengan ini, Drs. I Putu Eka Merthawan, M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan (DLHK), Pemerintah Kabupaten Badung menyebutkan ada 1000 potensi hotel yang melanggar lingkungan hidup di Badung.

“Kenapa 1000?, setahun kami mengeluarkan UPL, UKL 650, itu baru resmi yang tidak resmi lagi 250 sisanya abal-abal,” ungkapnya pada Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Bau Tak Sedap Limbah Ancam Pasriwisata Bali” di Warung Tresni, Kamis (23/2/2017).

Menyikapi permasalahan ini, pihaknya akan menindak tegas hotel atau jasa pariwisata yang melanggar ketentuan perundang-undangan terkait dengan lingkungan hidup.

“Kami berlakukan tegas, kami berlakukan UU 32 tahun 2009 dengan murni. Apapun resikonya itu. Karena sekarang lingkungan bersih adalah kebutuhan dasar pariwisata Badung,” ujar Merthawan.

Saat ini DLHK Badung menurutnya sudah melakukan pemantauan berkala terhadap hotel bintang lima, empat dan jasa pariwisata lainnya yang berpotensi besar melanggar lingkungan hidup.

“50 perusahan sudah kami berikan sanksi tegas. Sanksi tegas kami konsen pada teguran. Baru kedua akan ada kerjasama kejaksaan dan kepolisian,” ujarnya.

Pihaknya bahkan tidak main-main terkait hotel yang melanggar ketentuan lingkungan. Pelanggaran terkait dengan lingkungan akan diarahkan pada tindak pidana dengan |sanski cukup besar.

“Pelanggaran diarahkan ke tindak pidana, yang paling tinggi hukumannya menyangkut limbah B3 maksimal 15 milyar hukuman kurungan 5 tahun,” tegas Merthawan.

Sanksi lain yang menurutnya berat bagi hotel dan jasa yang melanggar ketentuan lingkungan hidup yakni pencabutan ijin hotel atau jasa yang bersangkutan.

“Yang paling mengerikan buat pengusaha pariwisata adalah kami berhak mencabut ijin lingkungannya. Kami akan tegas tegas di Badung terkait limbah,” katanya. (SB-Skb)

 

Comments

comments