Terjadi di Kota Denpasar, Siswa SD Belajar Lesehan

196

Siswa SD 3 Sesetan, Denpasar belajar secara lesehan (foto hum).

SULUHBALI.CO, Denpasar – Kota Denpasar yang terkenal dengan tagline Kota Kreatif Berbasis Budaya Unggulan dengan berbagai festival yang diselenggarakan hampir setiap bulan. Tiba tiba ada kejutan, saat puluhan siswa harus belajar secara lesehan, ada yang bersila dan ada yang bersimpuh di lantai tegel yang kusam. Siswa-siswi yang tetap memakai seragam batik dan celana atau rok putih ini juga membawa sendiri meja gambar kecil. Pemandangan mengenaskan ini terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Sesetan, Denpasar.

Setelah ditelusuri, ternyata anak anak ini menjadi korban pemberlakuan kebijakan yang tidak terkoordinasi dengan baik. Menurut ketua komite sekolah Made Dudik Mahendra, bahwa kondisi anak-anak seperti ini karena adanya uji coba dari pihak sekolah untuk menerapkan kurikulum 2013.

Anak-anak yang seharusnya sekolah siang, dicobakan untuk masuk pagi dengan memanfaatkan ruang kelas yang rencananya akan direnovasi. Anggaran untuk pembelian bangku sebenarnya juga sudah dianggarkan di Pemerintah Kota Denpasar tahun anggaran 2014, akan tetapi sampai saat ini bangkunya belum datang.

Untuk memecahkan masalah ini ia sudah menyarankan sekolah untuk mengembalikan jam sekolah seperti sebelumnya di mana ada beberapa kelas harus masuk siang, sehingga bisa memanfaatkan ruang-ruang kelas yang kondisi masih bagus.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengakui siswa kelas I dan II yang belajar di lantai itu karena penjadwalan sekolah. Karena itu ia berjanji akan segera menjadwal ulang. Anak-anak ini semula belajar siang, kemudian dijadwalkan pagi. Kalau sekolah pagi jelas, kesiapan sarana belum siap. Tetapi kalau kembali jadwal siang, tentu tidak jadi masalah,” katanya.

Gubenur siap belikan bangku dengan uang pribadi
Mendapat berita tentang ada murid SD di Denpasar harus belajar secara lesehan. Gubernur Bali, Made Mangku Pastika selalu segera turun ke lokasi untuk melihat secara langsung, Kamis (3/10).

siswan
Gubernur Mangku Pastika didampingi Kadisdikpora Denpasar Edy (paling kanan) saat berbincang dengan guru SD 3 Sesetan, Denpasar (foto hum).

Gubernur Bali yang didampingi Karo Humas, merasa prihatin dengan kondisi anak-anak yang belajar di dalam ruangan yang rusak dengan beralaskan tikar dengan menggunakan meja lipat. “Kalau makan boleh lesehan, tapi anak-anak jangan sampai belajar lesehan seperti ini,” tegas Pastika.

Pastika menyarankan, kalau memang kondisi ruangan kelas yang tidak layak untuk dipakai ruang belajar, pihak sekolah hendaknya segera melakukan koordinasi secara holistik dengan semua pihak terkait, seperti Dinas Pendidikan Kota Denpasar, Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Komite Sekolah, dan para guru untuk mencarikan solusi agar anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman.

Pastika menyesalkan adanya kejadian ini di kota Denpasar terlebih berita mengenai hal ini sudah muncul di banyak media termasuk media online. ” Beritanya sudah mendunia, bukan Cuma di Bali,” jelasnya. Pastika juga memerintahkan pihak sekolah dan komite sekolah untuk merinci biaya untuk merehab dan membeli bangku belajar agar segera bisa ditindak lanjuti. “Kalau anggaran dari pemerintah tidak memungkinkan untuk direalisasikan dengan cepat, saya secara pribadi yang akan membelikan bangku untuk ruangan ini,” pungkasnya. (SB-Tim)

Comments

comments

Comments are closed.