Terdakwa Korupsi Bandara Siap Bongkar Dalang Angkasa Pura

312

Bandara Ngurah Rai (foto raka wirawan).

SULUHBALI.CO, Denpasar — Terdakwa kasus korupsi retribusi parkir kendaraan bermotor di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, Kris Sridana, melalui kuasa hukumnya bertekad untuk membongkar aktor-aktor (Dalang) yang telah cuci tangan dalam peran PT Angkasa Pura I terkait kebocoran retribusi parkir senilai Rp28,01 miliar.

Dalam sidang agenda putusan sela atas perkara dugaan korupsi parkir bandara yang menghadirkan terdakwa Kris Sridana akan mengungkap seterang-terangnya dalam pembuktian.”Kami tak mau ada kebohongan dan rekayasa dalam kasus ini,” kata kuasa hukum terdakwa, Komang Gede Sudiantara, di Denpasar, Kamis (20/2).

Ia megatakan sampai saat ini peran Putu Yudana dan Kris Sridana di PT Penata Sarana Bali (PSB) adalah sebagai pemegang saham minoritas dengan nilai total hanya 16 persen, sedangkan selebihnya adalah milik keluarga pengusaha terkenal Frans Bambang Siswanto.

Sudiantara menjelaskan, dalam dakwaan jaksa dasar dari dakwaan hanya berupa perjanjian dan membongkar aktor-aktor sesungguhnya yang menguras habis uang parkir di Bandara Ngurah Rai (korporasi).

“Kita wajib buat perkara ini terang benderang. kami tak mau ada pidana yang ditetapkan pada seseorang yang tidak bersalah. Kita harus pidanakan orang yang bersalah,” ujarnya.

Dalam sidang sebelumnya, anggota Majelis Hakin Guntur mempertanyakan kepada saksi mantan Manager Komersial PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Ngurah Rai, Bali terkait keseriusan dari audit Satuan Pengawas Interen (SPI), namum keterangan dari saksi Hardiansyah mengelak dengan mengatakan tidak tahu.

Terdakwa dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 3, Pasal 8, dan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana kurungan paling lama 20 tahun penjara.

Selain Chris Sridana (Dirut PSB) juga ada tiga terdakwa lainnya, yakni Mikhael Maksi (Manajer Operasional PSB), Rudi Johnson Sitorus (staf administasi PSB), dan Indrapura Barnoza .

Selama periode 1 November 2009-8 Desember 2011 pendapatan dari pengelolaan parkir bandara itu mencapai Rp29,27 miliar. Namun PT PSB hanya menyetorkan Rp8,45 miliar kepada PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Ngurah Rai sehingga ada selisih Rp20,82 miliar.

Kemudian pada periode Oktober 2008-Oktober 2009 pendapatan parkir bandara itu mencapai Rp10,52 miliar, namun yang disetorkan hanya Rp3,34 miliar sehingga ada selisih Rp7,18 miliar. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.