Terbukti Merangkap Pekerjaan, 2 WNA di Singaraja Dideportasi

131
Kepala Kantor Imigrasi Singaraja, Victor didampingi Kasi Penindakan, Thomas, menunjukan 2 foto WNA yang telah dideportase.
SULUH BALI, Buleleng – Dua WNA masing masih Joseph Jean Serge Junior alias Joseph(43) asal Kanada dan Kira Jo Strand alias Hald(29) asal Denmark terpaksa harus dideportasi oleh Imigrasi Kelas ll Singaraja pada, Rabu (30/8).
Kedua WNA ini dideportasi lantaran terbukti merangkap perkerjaan  di suatu perusahaan wisata di Kabupaten Karangasem. Menurut petugas setempat bahwa pekerjaan yang mereka jalani tidak sesuai dengan KITAS yang dipegang.
Joseph yang merupakan WNA asal Kanada berdasarkan KITAS bekerja sebagai Presiden Direktur sebuah tempat wisata. Sedangkan, Hald berdasarkan KITAS yang dimiliki bekerja sebagai Manager Sales Marketing. Namun selama menjalankan pekerjaan, mereka terbukti juga merangkap kerja sebagai instruktur selam.
Kasi Penindakan dan Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Thomas Aries Munandar memjelaskan pendeportasean dilakukan Imigrasi Singaraja terhadap 2 WNA, karena terbukti merangkap job pekerjaan. Seharusnya, kata dia, WNA yang bekerja di Indonesia sesuai dengan apa yang diterakan oleh Disnaker terkait jabatan kerja WNA. Bahkan, Imigrasi Singaraja sudah melakukan koordinasi dengan Disnaker, baik secara lisan maupun surat.
“Kalau yang tertera di KITAS kan sebagai Presiden Direktur dan Sales Marketing, Managernya. Tapi, mereka malah ikut melakukan selam bahkan sebagai instruktur selam, jadi merangkap pekerjaan. Jika itu dibiarkan, kan kasihan lokal yang sebagai instruktur selam, mereka tidak dapat kerja,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Victor Manurung. Ia menjelaskan, pendeportasian 2 WNA ini merupakan tindaklanjut dari laporan dan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak Imigrasi. Imigrasi Singaraja yang membawahi 3 wilayah yakni Buleleng, Jembrana, dan Karangasem, kata dia, harus meminta izin ke Kanwil Hukum dan HAM Bali untuk mendeportasi 2 WNA yang terbukti telah merangkap pekerjaan. Sebab, 2 WNA tersebut mengantongi KITAS.
” Karena dia memegang KITAS, kita harus minta izin ke Kanwil dahulu. Karena untuk proses pendeportasian itu, adalah kewenangan dari Kanwil. Setelah ada persetujuan dari Kanwil, baru kami bisa melakukan deportasi,” ujarnya.
Victor juga menyampaikan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, memang 2 WNA itu terbukti telah melakukan rangkap job pekerjaan, dan tidak sesuai dengan KITAS-nya. Sehingga, KITAS yang dipegang 2 WNA tersebut langsung dicabut dan dibatalkan.
“Ini 2 WNA sudah kami deportasi. Tapi, kami masih memagang beberapa data lagi, terkait beberapa WNA yang menjadi target karena diduga bermasalahan dan masih dalam pendalaman,” ujarnya
Hingga saat ini, Imigrasi Singaraja masih terus melakukan pengawasan terhadap keberadaan WNA-WNA yang ada di 3 wilayahnya. Pengawasan itu dilakukan, melibatkan instansi terkait, baik dari Pemerintah maupun Kepolisian dan TNI melalui Timpora. Selain pengawasan, peran serta masyarakat juga diperlukan sebagai informan, untuk memberikan laporan ke Imigrasi terkait keberadaan WNA yang disinyalir bermasalah. (SB-rio)

Comments

comments